URBANCITY.CO.ID – Gaya hidup masyarakat perkotaan kini menempatkan apresiasi seni dan pengembangan bakat anak muda sebagai portofolio investasi karakter yang menjanjikan.
Hi Jakarta Production membuktikan potensi tersebut saat memukau panggung WCCE Weekland pada rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di jantung distrik bisnis SCBD, Jakarta, Sabtu (24/10).
Aksi panggung dinamis ini menegaskan bahwa seni pertunjukan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut ekosistem kreatif perkotaan modern.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi langsung performa berkelas Hi Jakarta Production di hadapan para pelaku industri global.
Baca Juga: Investasi Talenta Suara WCCE 2026 Buka Peluang Pasar Ekraf Global
Apresiasi tersebut kian bermakna lantaran talenta muda ini segera membawa nama Indonesia ke pentas Junior Theatre Festival (JTF) Australia 2026.
“Pengalaman tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring dan membawa seni pertunjukan Indonesia ke panggung internasional,” ujar Irene.
Daya Saing Global dan Ekspansi Jejaring Internasional
Ajang JTF Australia menawarkan nilai tambah strategis bagi masa depan para praktisi muda teater musikal Tanah Air.
Baca Juga: Investasi Talenta Manufaktur: Kemenperin Pacu Produktivitas SDM Urban
Platform internasional ini mempertemukan sekolah, akademi seni, komunitas, dan institusi pendidikan lintas negara untuk mengasah standar performa kelas dunia.
Seluruh delegasi menyerap pengalaman langsung melalui lokakarya bersama praktisi global, kelas master vokal, akting, tari, serta pertukaran budaya berjejaring luas.
Kementerian Ekraf memandang keikutsertaan delegasi ini sebagai investasi jangka panjang yang melampaui sekadar unjuk keterampilan teknis di atas panggung.
Pemerintah terus mendorong pembinaan komprehensif agar generasi baru mampu menembus rantai pasok industri kreatif global.
Baca Juga: Program CHAT Ekraf: Cetak Talenta Aplikasi dan Dongkrak Cuan UMKM
“Pengembangan talenta muda tidak berhenti pada kesempatan tampil. Mereka juga perlu memperoleh pembelajaran, pengalaman kolaborasi, dan akses ke jejaring yang lebih luas. Melalui proses tersebut, kita berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki keterampilan, karakter, dan daya saing untuk berkembang di industri seni pertunjukan,” lanjut Irene.
Penguatan Ekosistem Edukasi Seni Berkelanjutan
Hi Jakarta Production secara konsisten membangun fondasi pendidikan dan produksi teater musikal bermutu sejak November 2017.
Lembaga ini mengintegrasikan olah vokal, akting, seni tari, dan penempaan mental guna mencetak talenta berdaya saing tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri hiburan modern.
Baca Juga: Investasi Masa Depan: Kemdiktisaintek dan LPDP Pacu Riset Global serta Talenta Unggul
Sekembalinya dari JTF Australia 2026, para delegasi muda ini segera mendistribusikan pengalaman berharga mereka lewat rangkaian lokakarya, sesi berbagi inspiratif, dan pementasan kolaboratif di berbagai sekolah serta sanggar seni di Indonesia.
Inisiatif transfer pengetahuan ini melipatgandakan dampak positif pembinaan sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi kreatif nasional secara berkelanjutan.




