URBANCITY.CO.ID – Di tengah ritme hidup masyarakat perkotaan yang serba cepat dan menuntut efisiensi, penguasaan ekosistem digital kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan aset investasi yang menentukan kelangsungan bisnis.
Langkah strategis ini tercermin saat Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meresmikan inisiatif Creative Hub for App Talent (CHAT) di Tempat Kumpul Kreatif (TKK) Jakarta Utara, Kamis (8/10).
Mengusung pilar Learn. Build. Connect. Grow., program ini langsung membidik dua sasaran penting perkotaan: melahirkan talenta pengembang aplikasi lokal sekaligus memompa performa bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mandiri secara berkelanjutan.
Direktur Aplikasi Kementerian Ekraf, Tri Wahyudi, menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelaraskan keahlian teknis pemrogram dengan problem riil yang menghambat keuntungan para pelaku usaha di pasar modern.
Baca Juga: Gandeng IAS, BNI Integrasikan Layanan Bandara Joumpa ke Aplikasi wondr by BNI
“Pelatihan digital ini diberikan kepada pelaku ekonomi kreatif di Jakarta Utara, khususnya UMKM, untuk membantu mereka dalam memasarkan produk dan meningkatkan penjualan. Selain itu, pelatihan ini memberikan solusi atas keluhan pelaku terhadap marketplace berbayar dan pajak,” jelas Tri Wahyudi.
Efisiensi Biaya dan Peluang Investasi Digital
Tingginya komisi platform daring serta beban operasional kerap menekan margin keuntungan para pelaku usaha urban.
Kehadiran program CHAT menawarkan jalan pintas investasi berupa akses edukasi teknologi bernilai tinggi tanpa pungutan biaya bagi 80 peserta yang terdiri atas kalangan mahasiswa dan pelaku UMKM.
Baca Juga: Digitalisasi BSPS: Strategi Bantuan Perumahan Tepat Sasaran via Aplikasi Go PKP dan Data Akurat
Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Kota Administrasi Jakarta Utara, Vicky Suryawan Jaya, menyambut hangat hadirnya intervensi teknologi mutakhir yang ramah anggaran tersebut.
“Ini yang kita butuhkan, binaan yang mengajarkan tentang teknik-teknik sistem pemasaran digital dengan notifikasi AI. Karena kalau bicara teknologi kan mahal, tapi Kementerian Ekraf memberikan binaan ini secara gratis untuk 80 orang pelaku. Jadi kami berterima kasih pada Kementerian Ekraf untuk kolaborasi yang sedang berjalan ini,” ucap Vicky.
Otomasi Bisnis Menuju Gaya Hidup Pasif Pintar
Bagi masyarakat urban modern, kebebasan finansial dan otomasi operasional adalah puncak gaya hidup produktif.
Baca Juga: Gandeng Kemenekraf, Aplikasi Tentang Anak Siap Bawa Animasi Lokal Go International
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Ekraf memastikan keberlanjutan dampak melalui kurikulum pendampingan intensif secara daring (online) hingga prototipe aplikasi siap beroperasi penuh mendongkrak penjualan harian.
“Harapan kami tentu setiap peserta bisa menghasilkan produk, oleh karenanya kami akan bina terus dengan memberikan pelatihan secara online. Kita juga ingin para pelaku ekonomi kreatif usahanya bertransformasi ke digital, agar mereka bisa menjalankan usaha ‘sambil tidur’,” ucap Tri.
Solusi Konkret AI bagi Usaha Mikro Lokal
Peluang emas ini memicu antusiasme Riyan Sohibul Anam, peserta berlatar belakang pemrograman yang langsung menangkap nilai ekonomi dari integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memberdayakan sektor mikro di sekitarnya.
Baca Juga: Lewat Jaringan Diaspora, Produk Kuliner dan Aplikasi RI Rambah Pasar Australia
“Senang sekali pastinya, di sini belajar banyak hal yang belum saya dapat di kampus. Terlebih saat ini perkembangan AI semakin cepat, jadi beruntung bisa belajar secara gratis. Targetnya dari pelatihan ini saya mau membangun aplikasi katalog warung-warung kecil seperti ‘Warung Madura’,” ujar Riyan.
Ke depan, Kementerian Ekraf merancang replikasi inisiatif CHAT ke berbagai penjuru Creative Hub di seluruh Indonesia.
Sinergi antara inovator muda dan pelaku UMKM ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru di sektor teknologi, tetapi juga mengukuhkan fondasi ekonomi digital lokal agar kian kompetitif dan bernilai investasi tinggi.




