URBANCITY.CO.ID – Masyarakat urban kini menempatkan keamanan data pribadi setara dengan nilai aset finansial mereka saat bertransaksi dan berinvestasi di ranah digital.
Kecepatan mobilitas kaum perkotaan menuntut ekosistem perbankan yang tidak hanya serba instan, melainkan juga kebal dari risiko kebocoran data sensitif.
Merespons kebutuhan krusial tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengukuhkan benteng privasi nasabah melalui perolehan sertifikasi bergengsi ISO/IEC 27701:2025 untuk Sistem Manajemen Informasi Privasi (PIMS).
Langkah strategis emiten berkode saham BMRI ini memberikan kepastian rasa aman bagi kalangan profesional dan investor urban yang aktif mengelola portofolio keuangan via kanal digital.
Baca Juga:Â Sinergi PKP-Bank Mandiri Perluas Akses KPP dan FLPP untuk Hunian Urban di 7 Kota
Standar global ini memvalidasi bahwa bank pelat merah tersebut mengelola privasi data secara sistematis, transparan, dan akuntabel.
Menjaga Privasi Finansial dan Gaya Hidup Digital Nasabah Urban
Kehidupan modern perkotaan yang serba terkoneksi menuntut pertukaran data yang intensif, mulai dari pengajuan kredit, belanja daring, hingga pengelolaan investasi harian.
Sertifikasi ini memberikan nilai tambah konkret bagi nasabah karena Bank Mandiri menjamin kerahasiaan profil finansial mereka dari ancaman eksploitasi data.
Lembaga sertifikasi independen berkelas dunia, SGS Indonesia, menguji secara menyeluruh seluruh lini operasional Bank Mandiri sebelum menyerahkan sertifikat tersebut.
Direktur SGS Indonesia, Sebastian Lee, menyerahkan langsung sertifikat ISO/IEC 27701:2025 kepada Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri, Eka Fitria, di Wisma Mandiri I, Jakarta Pusat, Jumat (30/10).
Acara ini turut menghadirkan Partner PT Robere Manajemen Indonesia, Eri Hardi, yang mengawal kesiapan perseroan selama fase audit.
Membangun Keunggulan Kompetitif dan Kepercayaan Investasi
Baca Juga:Â Bank Mandiri Terbitkan Obligasi Global USD 750 Juta, Pertama di ASEAN Pasca-Konflik
Bagi investor dan mitra korporasi, kepatuhan tata kelola data berstandar global mencerminkan fundamental manajemen risiko bank yang sangat matang dan bernilai tinggi.
Kepemilikan sertifikasi internasional ini langsung memperkokoh reputasi Bank Mandiri sebagai destinasi penempatan dana yang aman di tengah maraknya ancaman kejahatan siber global.
“Komitmen kami bukan hanya untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, namun juga menjadikan prinsip-prinsip Pelindungan Data Pribadi sebagai competitive advantage yang dimiliki oleh Bank Mandiri dalam rangka melayani customer dengan sebaik-baiknya,” ujar Eka dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
Fokus sertifikasi ini menyasar aktivitas harian nasabah yang paling dinamis, termasuk tata kelola persetujuan data nasabah, pemenuhan hak subjek data, hingga penawaran produk kartu kredit via telesales.
Baca Juga:Â Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 7,35 Triliun hingga Februari 2026, Sektor Tani Jadi Primadona
Koordinasi lintas divisi—mulai dari Tim Kepatuhan, Internal Audit, Customer Care, hingga jaringan kantor cabang—memastikan setiap interaksi nasabah terlindungi protokol privasi yang ketat.
Mengawal Pertumbuhan Ekosistem Ekonomi Digital Berkelanjutan
Ekosistem finansial perkotaan yang sehat hanya dapat tumbuh subur ketika masyarakat merasa tenang mengeksplorasi instrumen perbankan dan transaksi nontunai.
Langkah Mandiri mengadopsi standar internasional terbaru ini langsung menciptakan iklim transaksi yang kondusif bagi para pelaku usaha urban.
Baca Juga:Â Borong Penghargaan Kemenkeu: Bank Mandiri Jadi Dealer Utama SBSN Terbaik 2025
Ke depan, Bank Mandiri terus memperbarui protokol pelindungan data pribadi selaras dengan dinamika regulasi dan inovasi teknologi finansial dunia.
Komitmen ini menegaskan peran bank dalam memperkuat daya saing ekonomi digital nasional sekaligus menghadirkan ketenangan penuh bagi masyarakat modern dalam membangun kekayaan.




