URBANCITY.CO.ID – Dunia bisnis urban menuntut pelaku usaha kreatif bertransformasi melampaui produksi karya artistik semata.
Menjawab dinamika pasar modern yang kompetitif, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) bagi 50 pegiat ekonomi kreatif terpilih di Gedung Science Theater, Taman Pintar, Kota Yogyakarta, Jumat (30/10).
Inisiatif strategis Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi ini memacu kesiapan wirausaha lokal dalam mengamankan portofolio pendanaan, memperluas penyerapan tenaga kerja terampil, serta mengoptimalkan daya saing pasar modal domestik.
Program CreaFIN menyuntikkan literasi finansial mutakhir sekaligus mematangkan inkubasi bisnis melalui rekonstruksi model bisnis berkelanjutan, penetapan strategi investasi presisi, dan peningkatan akuntabilitas tata kelola keuangan modern.
Baca Juga: IKM Furnitur Jogja Ekspor ke Eropa: CV Kayu Manis Kirim 6 Kontainer Mebel ke Spanyol dan Prancis
Sinergi ini mengintegrasikan ekosistem pemangku kepentingan kunci perkotaan, mulai dari pembuat kebijakan pusat, otoritas daerah, hingga institusi perbankan nasional terkemuka.
Strategi Akselerasi Skala Usaha Kreatif
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan potensi ekonomi Yogyakarta yang bertumpu pada kekayaan modal budaya, inovasi talenta muda, dan jejaring komunitas urban yang solid.
Kementerian Ekraf memaksimalkan aktivasi Creative Hub sebagai sarana inkubasi terpadu agar pelaku usaha mampu melipatgandakan valuasi serta kapasitas operasional mereka.
Baca Juga: Simak, Perkiraan Tarif Tol Jakarta-Jogja Setelah Diskon
“Upaya ini perlu diperkuat melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan agar pelaku ekonomi kreatif semakin siap mengakses pembiayaan dan mengembangkan usahanya,” ujar Teuku Riefky.
Melengkapi visi tersebut, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, membedah parameter fundamental kelayakan usaha yang menjadi tolok ukur utama kalangan perbankan dan investor institusional.
“Melalui CreaFIN, kami ingin memastikan pegiat ekonomi kreatif tidak hanya mengetahui sumber pembiayaan, tetapi juga memiliki kesiapan usaha, model bisnis yang terukur, serta pengelolaan keuangan yang baik.” jelas Hayun.
Kolaborasi Finansial Dorong Daya Saing
Baca Juga: SIG Pastikan Kualitas Konstruksi Tol Jogja-Solo Demi Kenyamanan Mudik Lebaran 2025
Pemerintah daerah menyambut positif langkah akselerasi permodalan ini sebagai instrumen vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis gaya hidup produktif.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Eling Priswanto, menilai integrasi perbankan membuka jalan ekspansi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan melalui CreaFIN menjadi langkah penting untuk membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta mendorong ekonomi kreatif daerah semakin berkembang” ungkap Eling.
Agenda CreaFIN mengemas transfer wawasan finansial melalui dua sesi panel interaktif yang komprehensif.
Baca Juga: Jasa Marga Kantongi Kredit Rp17,92 Triliun untuk Proyek Tol Yogyakarta-Bawen
Sesi perdana menghadirkan telaah ‘Fasilitasi Akses Pendanaan dan Pembiayaan bagi Pelaku Ekraf’ oleh Anggara Hayun Anujuprana, bersanding dengan studi kasus ‘Success Story Usaha dan Bisnis Kreatif’ bersama Founder & CEO Nanababycarrier, Henti Nikimawati.
Pintu Akses Permodalan Perbankan Nasional
Sesi lanjutan mengupas tuntas instrumen ‘Jenis Pembiayaan dan Dukungan Bank Mandiri’ bersama Assistant Vice President Micro Banking Region VII/Jawa 2 Bank Mandiri, Cahyo Pujiutomo, serta materi kurasi ‘Pengelolaan Keuangan Usaha bagi Pegiat Ekonomi Kreatif’ oleh pakar Lembaga Inkubasi Bisnis, Eko Priyo Jadmiko.
Kehadiran figur regulator perkotaan, seperti Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti dan Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Cesaria Yulianti, mempertegas legitimasi dukungan pemerintah daerah.
Baca Juga: Akselerasi Bisnis Ekraf Simalungun: Peluang Investasi dan Naik Kelas
Kolaborasi konkrit Kementerian Ekraf bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Micro Banking Region VII/Jawa 2 dan Pemda DIY ini menempatkan pegiat industri kreatif pada jalur ekspansi bisnis yang mandiri, adaptif, serta menarik bagi pasar investasi jangka panjang.




