URBANCITY.CO.ID – Konektivitas antarpulau di Nias Selatan membuka babak baru bagi mobilitas komuter dan efisiensi rantai pasok kepulauan.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan resmi meluncurkan KMP Hafamati HF untuk mentransformasi akses transportasi perintis menjadi urat nadi ekonomi modern.
Kehadiran armada ini memangkas biaya logistik, memicu pertumbuhan sentra bisnis baru, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pulau setara kawasan urban berkembang.
Peluncuran di Pelabuhan Pulau Tello mengukuhkan integrasi transportasi air terjadwal yang menjamin kenyamanan komuter harian.
Baca Juga: Pelindo Gandeng Jamdatun Kawal Transformasi Logistik dan Investasi Maritim
Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia, Kepala Dinas Perhubungan Damai Omega Telaumbanua, beserta manajemen ASDP menyaksikan langsung momen strategis pembenahan infrastruktur maritim tersebut.
Mulai Rabu (4/11), kapal ini menggerakkan aktivitas ekonomi pulau-pulau terluar melalui kepastian jadwal keberangkatan yang profesional.
Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyambut baik pengoperasian KMP Hafamati HF sebagai langkah nyata memperkuat konektivitas wilayah kepulauan.
“Kami mengapresiasi sinergi ASDP dan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Kehadiran kapal ini sangat berarti untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarpulau,” ujarnya.
Baca Juga: Efisiensi BBM PELNI Dorong Konektivitas Logistik dan Investasi Maritim
Katalis Investasi Maritim dan Gaya Hidup Urban Kepulauan
KMP Hafamati HF melayari koridor Pulau Tello–Lasondre–Saeru sepanjang 30 mil laut dengan efisiensi tinggi. Rute strategis ini mempermudah mobilitas talenta muda menuju sentra pendidikan terpadu, fasilitas kesehatan rujukan, serta pusat perdagangan ritel modern.
Aksesibilitas harian yang makin cepat membentuk ritme hidup dinamis di kawasan pesisir sekaligus menjamin kelancaran pasokan komoditas bernilai tinggi.
Para pelaku usaha menangkap kepastian logistik ini sebagai magnet investasi baru pada sektor pariwisata bahari dan perikanan tangkap.
Baca Juga: ASDP Perkuat Ekosistem Maritim dan Keamanan Jalur Merak
Ketersediaan moda penyeberangan andal menekan disparitas harga barang pokok serta menghidupkan ekosistem UMKM lokal.
Konektivitas laut yang tertata rapi mengubah lanskap wilayah kepulauan menjadi destinasi produktif yang siap menyerap modal swasta.
General Manager ASDP Cabang Danau Toba, Ellenor Piri, mengatakan bahwa kehadiran kapal ini bukan sekadar penambahan armada, melainkan wujud komitmen ASDP dalam menghadirkan konektivitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kepulauan dan wilayah 3T.
“Bagi masyarakat kepulauan, konektivitas merupakan kebutuhan mendasar. Kami berharap KMP Hafamati HF menjadi penghubung antarpulau, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik. Pengoperasiannya tetap mengedepankan prinsip 3S, yaitu Safety, Security, dan Service,” ungkap Ellenor.
Baca Juga: Pelindo Garap Ship to Ship di Nipa: Dongkrak Cuan Maritim dan Rantai Pasok Global
Standar Pelayanan Publik Menunjang Kepastian Logistik
Pemerintah daerah mengawal integrasi antarmoda demi menciptakan iklim usaha kepulauan yang ramah investor.
Infrastruktur penyeberangan yang teratur menjamin perputaran modal pelaku usaha berjalan tepat waktu tanpa hambatan cuaca ekstrem.
ASDP merancang sistem operasional modern untuk menjaga kesinambungan distribusi logistik antarpulau.
Baca Juga: Sinergi ITL Trisakti & BP2TL: Akselerasi SDM Maritim & Logistik Masa Depan
Kepala Dinas Perhubungan Nias Selatan Damai Omega Telaumbanua menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung keberlanjutan layanan melalui koordinasi bersama ASDP dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap layanan ini dapat berjalan konsisten dan memberikan kepastian transportasi bagi masyarakat di pulau-pulau yang selama ini memiliki keterbatasan akses,” katanya.
Jadwal Operasional Armada Ro-Ro Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Capt. Krisno Samosir menahkodai armada tipe Ro-Ro Passenger Boat berbobot 60 Gross Tonnage (GT) ini dengan kecepatan dinas 10 knot.
Baca Juga: Kontribusi Industri Jasa Keuangan di Industri Maritim Belum Optimal
Kapal ini mengangkut 40 penumpang serta 10 sepeda motor dalam satu kali perjalanan secara aman dan nyaman.
Standar keselamatan tinggi tersebut menjamin proteksi menyeluruh bagi komuter harian maupun pengiriman barang dagangan bernilai ekonomi tinggi.
ASDP menerapkan jadwal berlayar 5 hari kerja dalam siklus 14 hari sepanjang 2026 dengan total 4 trip harian.
Operator membagi trayek pulang-pergi secara teratur meliputi Pulau Tello–Lasondre, Lasondre–Saeru, Saeru–Lasondre, hingga kembali ke Lasondre–Pulau Tello.
Baca Juga: Dukung Logistik Digital, ASDP Gandeng ALDEI Perkuat Konektivitas Maritim Nasional
Skema perjalanan terukur ini memberikan kepastian jam kerja bagi para profesional dan pedagang lokal yang mengandalkan moda transportasi maritim.
Manajemen ASDP menargetkan operasional penuh selama 365 hari kalender dengan total 289 trip pada tiap lintasan pada 2027.
Lompatan frekuensi layanan ini mempertegas prospek cerah Nias Selatan sebagai magnet investasi maritim baru yang mandiri, kompetitif, dan berdaya saing tinggi di pesisir barat Sumatra.




