URBANCITY.CO.ID – Pasar komoditas pangan hewani kini mendapatkan suntikan likuiditas segar guna membendung depresiasi harga di tingkat produsen.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) memacu percepatan intervensi pasar dengan menggandeng Holding BUMN Pangan ID FOOD dan Perum Bulog.
Sinergi strategis ini mengucurkan komitmen modal penyerapan senilai total Rp30 miliar untuk menyerap produksi telur ayam ras peternak rakyat secara masif.
Langkah ini memberi sentimen positif bagi iklim investasi peternakan unggas nasional yang kerap tertekan fluktuasi harga pakan dan ketimpangan distribusi.
Baca Juga:Â ID FOOD & Bapanas Pacu Koperasi Merah Putih: Solusi Pangan Murah & Cuan
Kepastian serapan pasar ini sekaligus menjamin kontinuitas pasokan protein segar berkualitas bagi jutaan keluarga di wilayah metropolitan dengan banderol harga yang rasional.
Pemerintah membagi porsi eksekusi serapan masing-masing Rp15 miliar untuk ID FOOD dan Bulog, dengan prioritas utama peternak mikro, kecil, serta jaringan koperasi di sentra produksi.
Proteksi Bisnis Peternak dan Integrasi Pasar PanganÂ
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menegaskan bahwa langkah ini memperkokoh rantai pasok dari kandang peternak hingga ke meja makan konsumen perkotaan.
Baca Juga:Â ID FOOD Siapkan Stok Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
“Ketika harga telur di tingkat peternak mengalami tekanan, diperlukan langkah bersama untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka. Melalui program yang didorong Kementerian Pertanian dan Bapanas ini, ID FOOD bersama Bulog mengambil peran dalam mempercepat penyerapan, sehingga peternak memiliki kepastian pasar dan hasil produksinya tetap dapat tersalurkan kepada konsumen,” ujarnya pada Kamis (5/11/2026), di Blitar.
Ghimoyo mencatat realisasi lapangan yang terus bergerak cepat sejak akhir Oktober 2026 demi membendung penurunan margin peternak.
Hingga 3 November 2026, ID FOOD berhasil menyerap 153.600 kilogram atau 153,6 ton telur ayam ras langsung dari peternak dengan nilai transaksi menembus Rp3,433 miliar.
Perusahaan menargetkan serapan sisa pagu anggaran sebesar Rp11,567 miliar tuntas optimal sepanjang November 2026.
Baca Juga:Â Isinya Eks Bankir, Kementerian BUMN Rombak Jajaran Direksi ID FOOD
“Penyerapan akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan pasokan, kebutuhan pasar, serta kelancaran distribusi. Kami berupaya mempercepat realisasinya agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh peternak, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil,” jelasnya.
Penetrasi Sentra Produksi dan Efisiensi Logistik DinginÂ
Kementan, Bapanas, Badan Gizi Nasional (BGN), ID FOOD, dan Bulog memperkuat kolaborasi lintas sektor agar intervensi modal ini mengalir presisi.
Gugus tugas ini membidik titik-titik sentra produksi yang mengalami tekanan suplai di Pulau Jawa, Lampung, dan Sulawesi Selatan dengan mematok batas harga pembelian minimal Rp24.000 per kilogram.
Baca Juga:Â Atasi Harga Anjlok, Pemerintah Tugaskan Badan Gizi Nasional Serap Telur dan Ayam
Kebijakan batas bawah harga ini menjadi jaring pengaman finansial yang efektif melindungi arus kas operasional para peternak mandiri.
Mengingat telur merupakan komoditas bernilai gizi tinggi dengan masa simpan terbatas (perishable), efisiensi logistik rantai pasok memegang peranan krusial.
ID FOOD menggerakkan armada distribusi terpadu dan jaringan logistik modern agar komoditas segar ini dapat bergerak cepat menuju simpul-simpul ritel perkotaan.
Integrasi armada berpendingin dan pergudangan modern memangkas risiko susut mutu (food loss) secara signifikan selama transit logistik.
Baca Juga:Â Mentan Amran Sulaiman Gandeng Satgas Pangan, Patok Harga Telur Rp26.500 Per Kilogram
“Penyerapan tidak hanya berfokus pada pembelian telur dari peternak, tetapi juga memastikan produk yang diserap memiliki saluran pemasaran yang jelas. Karena itu, kecepatan distribusi dan kepastian pasar menjadi faktor penting agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” kata Ghimoyo.
“Sinergi yang terbangun juga diharapkan semakin memperkuat keterhubungan antara sentra produksi dan pasar, sehingga tercipta ekosistem pangan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” sebutnya.
Penguatan Ekosistem Unggas dan Keandalan Suplai Urban
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyampaikan, penyerapan telur peternak oleh BUMN Pangan ini merupakan bagian dari upaya pembangunan ekosistem peternak ayam Indonesia.
Baca Juga:Â OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP, Mudahkan Peternak Sapi Perah Malang Ajukan Kredit
Pembangunan ekosistem itu menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam sekaligus menjamin ketersediaan pasokan jagung sebagai bahan pakan.
Langkah stabilisasi komprehensif dari hulu ke hilir ini memperkuat fondasi bisnis peternakan rakyat sekaligus membendung potensi guncangan inflasi pangan (volatile food) di kawasan urban.
Keterlibatan aktif BUMN pangan memastikan konsumen perkotaan tetap menikmati akses pemenuhan nutrisi harian yang stabil, higienis, dan terjangkau di tengah dinamisnya rantai pasok nasional.




