URBANCITY.CO.ID – Tren mengonsumsi produk kuliner dan lifestyle lokal kini membuka peluang cuan yang jauh lebih menggiurkan bagi masyarakat urban.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka peluang besar bagi industri waralaba nasional untuk memperluas skala bisnis sekaligus melantai di pasar modal.
Langkah strategis ini menyulap jenama lokal favorit masyarakat urban menjadi aset investasi bernilai tinggi yang siap bersaing secara global.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menegaskan peran krusial waralaba dalam mengangkat kelas pengusaha lokal melalui pondasi bisnis yang solid, pendanaan luas, hingga ekspansi mancanegara.
Baca Juga:Â Kementerian UMKM Kucurkan Rp2,6 Miliar Pacu Investasi Usaha di Aceh
“Franchise bukan sekadar model kemitraan untuk memperluas jaringan usaha, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong UMKM naik kelas. Kita ingin semakin banyak merek lokal yang memiliki fundamental bisnis kuat, sistem operasional terstandar, dan tata kelola profesional sehingga mampu berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar dan berdaya saing,” kata Bagus dalam acara Indonesia Franchise & Business Concept (IFBC) di Tangerang, Banten, Jumat (6/11).
Menatap Peluang IPO di Papan Akselerasi Bursa
Pasar modal kini menjadi pintu gerbang baru bagi pelaku usaha dan investor urban untuk mengakselerasi pertumbuhan portofolio bisnis.
Bagus menyoroti Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai jalur ideal bagi jenama waralaba dalam menjaring permodalan publik secara masif.
Baca Juga:Â Peluang Investasi UMKM IPO: Kementerian UMKM Buka Akses Pasar Modal
“Pengusaha franchise yang memiliki fundamental bisnis kuat dan memenuhi persyaratan berpeluang memperoleh pendanaan melalui Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai salah satu tahapan menuju perusahaan terbuka atau Initial Public Offering (IPO),” kata Bagus.
Bagus mencatat sebanyak 43 usaha kecil dan menengah sukses mengantongi dana segar hingga Rp2 triliun lewat Papan Akselerasi BEI.
Rekam jejak likuiditas ini membuktikan bahwa bursa saham menawarkan likuiditas nyata bagi pertumbuhan skala usaha yang agresif dan modern.
Menggabungkan Kekuatan Modal KUR dan Ekosistem Bisnis
Baca Juga:Â Kementerian UMKM Buka Peluang Investasi dan Akses Pasar Modern di Kepulauan Nias
Pemerintah juga menyediakan akses permodalan dari perbankan konvensional melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mempermudah masyarakat urban memulai kemitraan bisnis.
Bagus mengajak para franchisor dan mitra strategis mengoptimalkan fasilitas bunga rendah ini demi mempercepat ekspansi gerai.
“Kami ingin membuka semakin banyak alternatif pembiayaan bagi UMKM dan franchise. Tidak hanya melalui pembiayaan perbankan seperti KUR, tetapi juga melalui pasar modal. UMKM yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan bisnis perlu didorong untuk memanfaatkan Papan Akselerasi sebagai salah satu jalan menuju perusahaan terbuka,” kata Bagus.
Kementerian UMKM menuntut pemilik usaha untuk memperkuat kepatuhan regulasi, termasuk kepemilikan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) demi menjamin keamanan investasi setiap mitra.
Baca Juga:Â Investasi Pascabencana: Kementerian UMKM Dongkrak Potensi Bisnis Lokal Sumatera
Pemerintah turut merancang program Holding UMKM berbasis klaster agar rantai pasok gerai waralaba beroperasi lebih efisien dan terintegrasi.
Menembus Pasar Global Melalui Standarisasi Modern
Konsumen urban yang kritis menuntut konsistensi mutu produk, sehingga standarisasi operasional dan perlindungan hak kekayaan intelektual menjadi kunci keberlanjutan bisnis.
Kematangan sistem manajemen di pasar domestik menjadi pijakan utama bagi waralaba Indonesia untuk merambah pusat-pusat gaya hidup global.
Baca Juga:Â Kementerian UMKM Genjot Pasar Digital dan Logistik Aceh, Buka Cuan Investasi Lokal
“Kita harus membangun merek lokal yang kuat di negeri sendiri, tetapi jangan berhenti hanya di pasar domestik. Merek-merek franchise Indonesia harus berani tumbuh melampaui batas, memperluas pasar, dan membuktikan bahwa produk serta model bisnis lokal mampu bersaing di tingkat internasional. Inilah semangat Grow Beyond Boundaries,” kata Bagus.
Pertumbuhan waralaba lokal menuju bursa saham pada akhirnya menyajikan instrumen investasi yang menjanjikan, aman, dan relevan dengan tren konsumsi masyarakat perkotaan masa kini.




