Baca juga: IAEI Dorong Sinergi Indonesia–Malaysia, Perkuat Islamic Social Finance
“Industri keuangan syariah tidak boleh sekadar mengejar digitalisasi,” sarannya.
“Namun jauh lebih penting adalah memastikan bahwa inovasi digital berjalan seiring dengan nilai-nilai syariah, keberlanjutan, dan kepentingan publik,” cetusnya.
Indonesia sebagai Kiblat Keuangan Berkelanjutan Global
Indonesia memegang peran kunci dalam peta jalan Islamic Sustainable Finance dunia.
Melalui capaian prestisius seperti penerbitan green sukuk pertama di dunia dan pengembangan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS).
Melalui hal itu, Indonesia membuktikan kapasitasnya memimpin transformasi ekonomi hijau berbasis syariah.
Saat ini, tantangan kita terletak pada harmonisasi regulasi.
Kemudia, peningkatan kapasitas SDM agar teknologi AI dapat menjadi instrumen inklusi keuangan yang sesungguhnya.
Baca juga:Â Kemenperin Buka Pendaftaran IHYA 2026, Pacu Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Kolaborasi lintas sektor antara akademisi, regulator, dan pelaku industri menjadi syarat mutlak bagi Indonesia untuk tetap kompetitif sekaligus menjaga prinsip dasar syariah.
IAEI memimpin inisiatif strategis ini untuk mendorong lahirnya regulasi yang adaptif sekaligus beretika.
Dengan menyinergikan inovasi riset dan tata kelola yang bertanggung jawab, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi
Tetapi juga menjadi rujukan global dalam menciptakan sistem keuangan berkelanjutan.
Bagi Anda yang peduli pada masa depan ekonomi, tren ini memberikan sinyal positif bahwa sistem keuangan masa depan kita akan menjadi lebih stabil.




