Kemudian, pengelolaan bahan berbahaya lainnya secara transparan serta efektif.
Anda melihat keterpaduan regulasi ini sebagai sinyal positif bagi iklim investasi.
Di mana kepastian hukum menjadi fondasi utama bagi pelaku usaha besar maupun kecil.
Kemenperin memastikan sistem yang dibangun mampu mengakomodasi kebutuhan pasar global tanpa mengesampingkan aspek proteksi terhadap ekosistem domestik.
Direktur Industri Kimia Hulu, Wiwik Pudjiastuti menambahkan,” “Melalui proses ini, kami tidak hanya melakukan penyesuaian terhadap standar internasional”.
“Namun juga membangun sistem pengelolaan bahan kimia yang transparan dan efektif,” tegasnya.
Baca juga: Indonesia Jadi Official Partner Country INNOPROM 2026, Perkuat Kerja Sama Industri dengan Rusia
Membangun Industri yang Aman dan Bertanggung Jawab
Kemenperin memperkuat pengawasan lapangan hingga ke tingkat Pelabuhan.
Tujuannya tidak lain untuk memastikan setiap aktivitas perdagangan internasional mengikuti prosedur pengendalian bahan kimia yang ketat.
Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan dalam menerapkan standar global secara konsisten di seluruh Indonesia.
Bagi masyarakat urban, transformasi ini berarti kenyamanan hidup yang lebih baik.
Sebab, risiko paparan bahan berbahaya berkurang secara signifikan berkat regulasi yang lebih baik.
Industri kimia nasional kini bertransformasi menjadi sektor yang lebih aman, bertanggung jawab, dan memiliki kapasitas untuk terus memimpin pasar di masa depan.
Menurut Wiwik, penguatan sistem pengelolaan bahan kimia bukan hanya untuk memenuhi komitmen internasional.




