<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> – PT Hutama Karya (Persero) menargetkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap I sepanjang 972 km rampung pada Semester I-2024. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo berharap upaya ini mampu memperkuat konektivitas transportasi darat di wilayah Sumatera. Target penyelesaian JTTS Tahap I meliputi 5 ruas yakni: Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi I PadangTidji – Seulimum sepanjang 25 km; Jalan Tol Binjai – Langsa Seksi III Tanjung Pura – Pangkalan Brandan sepanjang 19 km; dan Jalan Tol Indrapura – Kisaran Seksi II Lima Puluh – Kisaran sepanjang 32 km. Kemudian, Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat Seksi III dan IV Tebing Tinggi – Pematang Siantar sepanjang 58 km; dan Jalan Tol Padang – Pekanbaru Seksi I Padang – Sicincin sepanjang 37 km,dan Seksi V Bangkinang – Pangkalan Tahap I (Bangkinang – Koto Kampar) sepanjang 25 km. Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/tol-indralaya-prabumulih-segera-bertarif-pastikan-kecukupan-saldo-anda/">Tol Indralaya – Prabumulih Segera Bertarif, Pastikan Kecukupan Saldo Anda</a> Kelima ruas tol tersebut sejalan dengan target yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). "Progres dari masing-masing ruas secara umum sudah sangat signifikan, kita harapkan JTTS dapat berdampak terhadap perekonomian nasional,” ujarnya. Untuk mengakselerasi pembangunan JTTS, Hutama Karya mengapresiasi dukungan Pemerintah atas Penyertaan Modal Negara (PMN) 2024 sebesar Rp 18,6 triliun yang didalamnya termasuk anggaran penyelesaian sejumlah ruas JTTS Tahap I. Selain penyerapan PMN secara optimal, Hutama Karya juga menjamin keberlanjutan satwa danlingkungan di sekitar proyek JTTS. Sebagai contoh, Jalan Tol Pekanbaru – Dumai telah menjadi jalantol pertama di dunia dengan fasilitas Underpass Gajah.<!--nextpage--> Ikhtiar keberlanjutan tersebut dilakukan pada pembangunan Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi I Padang Tidji – Seulimum yang akan dilengkapi dengan 12 terowongan satwa dengan panjang total 201 m untuk menjaga kelestarian satwa di sekitarjalan tol, 2 (dua) jembatan primata, dan 1 (satu) underpass gajah. "Hingga 30 Januari 2024, progres konstruksi jalan tol ini mencapai 88,77%, dan progres pengadaan lahan sebesar 87,78%," papar Tjahjo. Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/kementrian-pupr-bangun-tol-2178-km-hingga-november-2023/">Kementrian PUPR Bangun Tol 217,8 KM Hingga November 2023</a> Selanjutnya, Jalan Tol Binjai – Langsa Seksi III Tanjung Pura – Pangkalan Brandan mencatatkan progres yang signifikan dengan persentase konstruksi mencapai 93,25%, dan progres pengadaan lahansebesar 95,38%. Menurut dia, jalan tol tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas rest area atau tempat istirahat bagi pengendara jalan tol. Selain itu, jalan tol ini juga memiliki jembatan ikonik yakni Jembatan Sei Wampu yang menghubungkan Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Aceh. "Jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Binjai – Langsa Seksi Binjai – Pangkalan Brandan dengan total panjang 57 km. Adapun dua seksi ruas tol lainnya telah beroperasi," imbuhnya. Adapun seksi I Indrapura – Lima Puluh sepanjang 15 km telah beroperasi. Sementara dari sisiruas konstruksi, Seksi II Lima Puluh – Kisaran memiliki progres sebesar 100%, dan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO). Jalan tol ini diyakini akan mendukung konektivitas sentra-sentraproduksi hingga akses ke berbagai destinasi wisata di Sumatra Utara.<!--nextpage--> Sementara itu, untuk jalan tol yang dikelola oleh anak usaha milik Hutama Karya yakni PT HutamaMarga Waskita (HMW) telah beroperasi. Ruas itu meliputi Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi– Parapat Seksi I, sebagian Seksi II Tebing Tinggi – Kuala Tanjung, dan Junction Indrapura. Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/jadi-epicentrum-sumatera-hutama-karya-mulai-bangun-tol-lingkar-pekanbaru-riau/">Jadi Epicentrum Sumatera, HK Bangun Tol Lingkar Pekanbaru Riau</a> Hingga Januari 2024, progres konstruksi pada Seksi III Tebing Tinggi – Serbelawan mencapai 95,97%, denganprogres pengadaan lahan 100 %. Sedangkan Seksi IV Serbelawan – Pematang Siantar dengan progres pembangunan sebesar 75,28%, dengan progres pengadaan lahan sebesar 85,07%. Terkait progres konstruksi, Jalan Tol Padang – Pekanbaru Seksi I Padang – Sicincin sudah sebesar 51,93%,dengan pengadaan lahan yang hampir rampung mencapai 93,87%. Jalan tol ini ditargetkan dapat fungsional pada Juli 2024, sehingga dapat mendukung kelancaran jalur logistik dan pariwisata diwilayah tersebut. Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyebutkan progres pembangunan Jalan Tol Padang – Pekanbaru Seksi V Bangkinang– Pangkalan Tahap I (Bangkinang – Koto Kampar) adalah 98,85%, dan pengadaan lahan sebesar99,48%. “Dengan tersambungnya ruas ini akan mengintegrasikan antara Kota Pekanbaru, Kota Bangkinang, dan Kecamatan XIII Koto Kampar di mana terdapat potensi pengembangan kawasan wisata, industri, dan perkebunan,” kata Basuki, pertengahan Januari 2024. Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang ±1.030km, termasuk dengan jalan tol dukungan konstruksi.<!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?ceid=ID:id&oc=3">GOOGLE NEWS</a></strong>