Angka ini membuktikan efektivitas sinergi lintas sektor dalam melawan kejahatan siber lintas batas.
Baca juga:Â Tegas! OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus BPR DCN: Lindungi Nasabah dari Praktik Perbankan Nakal
Kolaborasi Global Melawan Ancaman Siber
Dukungan internasional mengalir deras dari PBB melalui UN Resident Coordinator in Indonesia, Gita Sabharwal.
Mereka memuji peran IASC dalam menjaga stabilitas inklusi keuangan nasional.
“Di luar kerugian finansial yang langsung dirasakan, setiap penipuan yang berhasil terjadi mengikis kepercayaan terhadap layanan keuangan digital,” ujar Gita
“Selain itu, melemahkan kepercayaan yang menjadi fondasi inklusi keuangan. Karena itu, melindungi kepercayaan tersebut menjadi sangat penting,” cetusnya.
Senada dengan hal tersebut, Resident Advisor dari United States Bureau of International Narcotics and Law Enforcement Affairs, Justin Brown, menekankan pentingnya kemitraan publik-swasta.
Menurutnya, penipuan daring bukan lagi sekadar persoalan penegakan hukum. Tapi, merupakan tantangan bagi sektor keuangan, dan regulator.
Baca juga:Â Cerdas Investasi: OJK Dorong Mahasiswa Gontor Kenali Pasar Modal Syariah yang Legal dan Logis
“Dan, perlindungan konsumen yang memerlukan respons kuat melalui kolaborasi sektor publik dan swasta,” kata Justin.
OJK terus memperdalam strategi pengawasan melalui customer due diligence dan pemantauan transaksi berbasis teknologi terkini.
Melalui Public-Private Partnership (PPP), Indonesia siap membangun ekosistem keuangan yang lebih Tangguh,




