Seluruh proses produksi telah memenuhi standar ketat dengan sertifikasi halal, BPOM, dan hak merek yang menjamin kualitas serta keamanan produk.
Standarisasi ini bukan hanya soal legalitas, tetapi menjadi fondasi kepercayaan yang dibutuhkan untuk menembus pasar ritel modern dan kompetisi pasar internasional.
Memberdayakan Masyarakat dan Menembus Pasar Ekspor
Argotelo memposisikan dirinya sebagai pusat pemberdayaan dengan menyerap 80 persen tenaga kerja dari lingkungan sekitar.
Termasuk karang taruna dan kelompok sadar wisata.
Baca juga: BNI Bawa UMKM Sidoarjo Ekspor Keripik Singkong ke Belanda
Kehadiran Argotelo melahirkan “Kampung Singkong” yang kini menggerakkan roda ekonomi bagi ratusan pekerja.
Melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, Argotelo berhasil membuka jalur ekspor ke Australia, Singapura, Korea Selatan, hingga Hong Kong.
“Delapan puluh persen karyawan kami adalah masyarakat sekitar, melibatkan karang taruna dan kelompok sadar wisata untuk ikut berdaya bersama di Argotelo,” ujar Toni.
Pencapaian ini mendapatkan apresiasi langsung dari Mendag Busan yang menyoroti dedikasi Argotelo dalam mengangkat harkat produk lokal ke panggung dunia.
Pemerintah melalui Kemendag berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan melalui business matching dan program coaching ekspor guna menjaga daya saing Argotelo di pasar global.
Baca juga: Tensi Timur Tengah Picu Harga Plastik, Kemenperin Pacu Inovasi Kemasan Alternatif
“Saya bangga Argotelo tidak sekadar berbisnis, tetapi turut memberdayakan masyarakat di lingkungan sekitar,” ujar Manag Busan.




