Sebelumnya, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan instalasi biodigester komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Fasilitas tersebut diresmikan pada November 2025.
“Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan,” ujar Arie.
Bank Jakarta kemudian memperluas pemanfaatan teknologi tersebut melalui pengolahan sampah organik dari sumber dengan menggandeng Pemprov DKI Jakarta.
Melalui program ini, Bank Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta berharap pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dapat semakin diperkuat. Program tersebut juga diharapkan mendukung terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut turut diarahkan untuk mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 terkait penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 mengenai kemitraan.
Sebagai financial backbone bagi Jakarta, Bank Jakarta menyatakan akan terus memperkuat peran dalam menghubungkan kebutuhan pembangunan kota dengan solusi keuangan dan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembiayaan dan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat serta nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.




