URBANCITY.CO.ID – Mobilitas lintas negara kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat perkotaan, baik untuk urusan bisnis internasional, liburan, maupun tren bekerja dari mana saja (work from anywhere).
Kebutuhan perjalanan lintas batas ini menuntut sistem keamanan data pribadi yang kian mutakhir, cepat, dan terpercaya.
Membaca peluang besar dalam ekosistem teknologi tinggi dan investasi perangkat cerdas masa depan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat hilirisasi riset chip paspor elektronik melalui sinergi strategis antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PERURI.
Kolaborasi kelas dunia ini memacu penguasaan teknologi secure integrated circuit (secure IC) demi memperkuat fondasi industri semikonduktor nasional yang bernilai tambah tinggi.
Baca Juga: Investasi SDM Unggul, Mendikdasmen Dorong Kesehatan Fisik Mental Anak Urban
Inisiatif hilirisasi tersebut unjuk gigi dalam agenda pelaporan dan demonstrasi prototipe proyek chip paspor elektronik 2025–2026 yang berlangsung di kampus ITB, Bandung, Rabu (16/9).
Langkah agresif ini menempatkan Indonesia pada peta persaingan teknologi sirkuit terpadu global. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, memaparkan bahwa hilirisasi semikonduktor harus melampaui batas laboratorium kampus agar mampu memikat pemodal dan masuk ke dalam ekosistem pasok global.
“Tujuan kita adalah bagaimana Indonesia mulai bertransisi dari pengguna menjadi pengembangan teknologi dan menjadi bagian dari global supply chain,” ujarnya.



