“Kinerja ini mencerminkan kesungguhan kami untuk tumbuh sebagai Bank Pembangunan Daerah yang kuat, sehat, dan berkelas nasional. Kami terus memperkuat sinergi dengan Pemprov DKI dan seluruh ekosistem ekonomi Jakarta untuk mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Agus.
Sementara Direktur Keuangan & Strategi, Basaria Martha Juliana, menambahkan bahwa Bank Jakarta terus memperkuat fondasi bisnis dengan strategi manajemen risiko yang hati-hati, transformasi proses bisnis, serta optimalisasi teknologi digital.
“Kami fokus pada penguatan fundamental agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan sehat dan berdaya saing di tengah perubahan lanskap industri perbankan,” jelasnya.
Dari sisi efisiensi, Bank Jakarta berhasil menekan beban bunga hingga 7,77% per September 2025 melalui peningkatan CASA dan penyesuaian suku bunga deposito korporasi.
Selain itu, optimalisasi biaya operasional (OPEX) juga dilakukan lewat efisiensi proses bisnis, peningkatan produktivitas, dan penataan struktur biaya sesuai prioritas strategis.
Baca Juga: Bank DKI Ajak Warga Gunakan Transaksi Non Tunai di Grand Final Proliga Bolavoli 2024
Hingga triwulan III 2025, laba bersih Bank Jakarta mencapai Rp520,81 miliar, tumbuh 1,46% dari Rp513,23 miliar tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 6,35%, dari Rp2,03 triliun menjadi Rp2,16 triliun.






