“Kami yakin dengan transparansi yang lebih baik, tentu akan ada trust yang lebih tinggi,” katanya.
Jeffry mengungkapkan jumlah investor domestik kini telah melampaui 28 juta.
Namun, peningkatan jumlah investor harus diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai agar masyarakat mampu mengambil keputusan investasi berdasarkan analisis, bukan sekadar mengikuti tren.
Baca juga:Â Sinergi Pemerintah dan DPR: Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global
“Mampu melakukan analisis, tidak hanya ikut-ikutan apa kata influencer, tidak FOMO,” ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan strategi yang diterapkan Bank Jakarta dalam menghadapi perubahan ekonomi.
Agus menegaskan perseroan tidak mengejar ekspansi secara agresif, tetapi lebih mengutamakan pertumbuhan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Kita enggak kejar-kejaran nyari pertumbuhan besar, tetapi yang kita kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Baik Bank Jakarta maupun BEI menilai transformasi digital, tata kelola yang baik, peningkatan literasi keuangan, serta fokus pada kualitas akan menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan industri keuangan nasional di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung semakin cepat.




