Baca Juga: Sokong Swasembada Pangan, Mendag Busan Dorong Bulog Maksimalkan Sistem Resi Gudang
Instrumen ini memungkinkan petani dan nelayan melakukan mekanisme tunda jual—menyimpan hasil panen saat harga jatuh dan menjualnya kembali saat harga optimal.
“SRG sebagai instrumen tunda jual dan alternatif pembiayaan berbasis komoditas dapat mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekspor. Peran strategis SRG menjadi bagian dalam program prioritas Kemendag dalam klaster Desa Bisa Ekspor,” ungkap Ivan.
Tantangan Literasi dan Revitalisasi
Meski menjanjikan, implementasi SRG masih menghadapi tantangan pada sisi literasi petani dan kapasitas pengelola gudang.
Direktur Operasional PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), Saidu Solihin, menjelaskan bahwa pemilik barang sering kali membutuhkan likuiditas cepat namun enggan melepas stok di harga rendah. Di sinilah resi gudang berfungsi sebagai jaminan untuk mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan.
Baca Juga: Prabowo Sidak Gudang Bulog Danurejo Magelang, Pastikan Stok Beras 7.000 Ton Aman
Bappebti berkomitmen melakukan revitalisasi gudang dan meningkatkan literasi kepada petani secara masif. Hal ini diamini oleh Direktur SDM dan Hukum PT Danareksa (Persero), Andi Seto Gadhista Asapa, yang menyoroti perlunya edukasi intensif di daerah.
“SRG dapat membantu petani dan nelayan dalam menjaga stabilitas harga, khususnya saat masa panen, sehingga mereka bisa mendapatkan harga jual yang lebih optimal,” ujar Andi.
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keuangan diharapkan mampu menjadikan Sulawesi Selatan sebagai hub utama komoditas nasional yang kompetitif di pasar global. (*)






