Kemampuan Anda dalam membedakan produk otentik menjadi bentuk perlindungan nyata bagi perajin batik lokal.
Dengan begitu, mereka tetap mendapatkan apresiasi yang sepadan.
Baca juga: Pangkas Biaya Produksi IKM Batik demi Gulung Tekstil Impor Printing
Menurut Agus, batik asli umumnya memiliki aroma khas malam, garis motif yang tidak selalu presisi karena dikerjakan secara manual.
“Selain itu, harga juga mencerminkan waktu dan keterampilan pengerjaannya,” ungkapnya.
Sinergi Perlindungan dan Nilai Tambah IKM
Kementerian Perindustrian terus memperkuat ekosistem industri batik melalui program sertifikasi Batikmark yang memudahkan Anda mengenali keaslian produk di pasar.
Pemerintah juga memberikan pendampingan intensif bagi Industri Kecil Menengah (IKM) mulai dari efisiensi produksi hingga sertifikasi TKDN.
Alhasil produk mereka menjadi lebih kompetitif.
Program penguatan Indikasi Geografis turut menjadi instrumen hukum yang memastikan batik daerah terlindungi secara nasional maupun internasional.
Baca juga: Rayakan Hari Batik Nasional 2025: Tips Pilih Batik yang Pas Buat Acara!
Anda yang berinvestasi pada produk bersertifikat resmi tidak hanya mendapatkan kualitas premium, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang melestarikan martabat budaya bangsa Indonesia.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita menjelaskan, dengan Batikmark, produk IKM binaan punya bukti otentikasi yang jelas.
“Sehingga konsumen dapat mengenali keasliannya dan perajin memperoleh perlindungan serta nilai tambah yang semestinya,” paparnya. (*)




