Daerah komparatif seperti Jambi wajib mengambil peluang emas ini dengan membangun ekosistem halal value chain (rantai nilai halal) yang bersumber dari keunggulan lokal mereka sendiri.
Baca juga: Menperin: Ramadan dan Idulfitri Jadi Peluang Emas Perkuat Ekosistem Industri Halal Nasional
“Jambi memiliki modal yang sangat kuat. Potensi sektor perkebunan, pertanian, UMKM, pesantren, dan perguruan tinggi dapat diintegrasikan menjadi ekosistem ekonomi syariah yang produktif dan berdaya saing. Karena itu, IAEI Jambi harus hadir sebagai pusat kolaborasi, literasi, riset, dan inovasi ekonomi syariah di daerah,” beber Sutan Emir.
Ia juga menyampaikan amanat dari Ketua Umum IAEI, Prof. Nasaruddin Umar, yang meminta seluruh pengurus wilayah aktif membangun sinergi lintas sektor—mulai dari kampus, industri, hingga pesantren—agar dampak ekonomi syariah bisa dirasakan langsung oleh umat.
Nakhoda Baru Menuju Indonesia Emas 2045
Eksistensi DPW IAEI Jambi kini resmi dinakhodai oleh Dr. Rafidah, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Struktur kepengurusan baru ini diisi oleh kombinasi komplet antara akademisi, profesional, regulator, hingga tokoh masyarakat.
Baca juga: BCA Syariah Kolaborasi di Garis Poetih Raya Festival 2026, Dukung Modest Fashion dan Industri Halal
Formasi kokoh ini diharapkan tidak sekadar menjadi simbol organisasi, melainkan motor penggerak nyata yang mempercepat literasi keuangan syariah di daerah.
Momentum pelantikan ini menjadi langkah awal Jambi dalam menyokong target besar nasional: melahirkan sumber daya manusia unggul dan memimpin industri halal dunia menuju Indonesia Emas 2045. (*)




