Baca juga: Sasar Belanja Turis Rp24 Juta per Kunjungan, Kemenpar Pacu Ekosistem Sports Tourism
Sinyal hijau ini terus berlanjut pada kuartal pertama tahun 2026. Pada periode Januari hingga Maret saja, volume plesiran domestik sudah menyentuh 319,51 juta perjalanan atau tumbuh subur 13,14 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang kurasi yang ketat.
Pemerintah hanya meloloskan agen-agen wisata pilihan yang terbukti mampu menyajikan pengalaman liburan berkelas bagi para penikmat kemewahan.
“Kami menghadirkan sellers yang menawarkan paket dan produk wisata premium dengan layanan eksklusif serta pengalaman berkualitas tinggi, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar luxury tourism yang terus berkembang,” urai Made.
Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Kemenpar Gelar BBWI Travel Fair 2026 di Surabaya
Proyek Percontohan Ekosistem Wisata Mewah
Teknis pertemuan di lapangan pun dibuat lebih efisien. Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Erwita Dianti, menyebut pihaknya sengaja membatasi kuota dengan hanya mempertemukan 10 sellers premium terpilih dan sekitar 25 buyers potensial.
“Melalui konsep rotasi meja dan diskusi yang lebih intensif, kami berharap tercipta peluang kerja sama bisnis yang konkret dan berkelanjutan,” jelas Erwita.
Sepuluh vendor elit yang ambil bagian tersebut mencakup jaringan hotel internasional, operator tur, agensi wisata bahari, hingga asosiasi industri.




