URBANCITY.CO.ID – Di era keterbukaan informasi, reputasi korporasi tidak lagi sekadar urusan memoles citra di atas kertas. Bagi perusahaan life science sekelas PT Bio Farma (Persero), kepercayaan publik dan keberlanjutan lingkungan kini menjadi jangkar utama bisnis.
Strategi kembar ini terbukti manjur setelah holding farmasi pelat merah tersebut memborong dua penghargaan nasional sekaligus di Jakarta, Rabu (4/6).
Dalam ajang yang digagas Warta Ekonomi itu, Bio Farma menyabet trofi Best Corporate Media Impact 2026 dan Best Corporate Social Responsibility Award 2026.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kepiawaian Bio Farma dalam mengemas komunikasi publik yang akuntabel, sekaligus konsistensinya menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak nyata.
Baca juga: Diplomasi Vaksin di Islamabad: Upaya Bio Farma Memutus Ketergantungan Impor Negara Muslim
Mantan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong, yang hadir dalam acara tersebut, mengingatkan bahwa di era digital, citra dan kepercayaan adalah mata uang yang tak bisa dipisahkan.
“Branding akan membentuk reputasi, dan reputasi pada akhirnya menentukan tingkat kepercayaan publik. Kepercayaan hanya dapat dibangun ketika apa yang disampaikan perusahaan selaras dengan apa yang dilakukan,” ujar Usman.
Menyeimbangkan Formula ‘People, Planet, Profit’
Langkah Bio Farma yang tidak melulu mengejar target finansial juga menuai pujian. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rasio Ridho Sani, menekankan pentingnya formula Triple P (People, Planet, Profit) sebagai benteng pertahanan bisnis masa depan.




