URBANCITY.CO.ID – Pemerintah terus memperluas fungsi jalan tol sebagai aset strategis nasional. Selain mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, sejumlah ruas tol kini dipersiapkan sebagai lokasi pendaratan darurat jet tempur. Langkah ini memperlihatkan bahwa investasi infrastruktur tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus meningkatkan nilai strategis aset jalan tol.
Dua Tol di Jawa Masuk Prioritas Uji Coba Darurat
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan dua jalan tol di Pulau Jawa sedang disiapkan untuk uji coba pendaratan jet tempur dalam kondisi darurat.
Sebelumnya, pemerintah telah menguji pendaratan jet tempur di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka). Setelah keberhasilan tersebut, pemerintah berencana melakukan uji coba lanjutan di ruas Tol Sigli–Banda Aceh.
“Terus kemudian Situbondo di (Tol) Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) itu sedang kita siapkan,” ujar Dody di Jakarta, Rabu.
Selain Tol Prosiwangi, pemerintah juga menyiapkan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) 2 Selatan sebagai kandidat lokasi pendaratan darurat pesawat tempur.
“Ada beberapa ruas jalan tol yang memang kita diamanatkan untuk bisa dipakai pendaratan jet tempur manakala dalam kondisi darurat,” katanya.
Infrastruktur Multifungsi Tingkatkan Nilai Investasi
Dody menjelaskan keberhasilan uji coba tersebut berpotensi meningkatkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) jalan tol. Artinya, jalan tol tidak hanya memenuhi standar operasional transportasi, tetapi juga memiliki kemampuan mendukung kepentingan strategis nasional.




