Maraton Audit Sejak Medio 2025
Memoles manajemen perusahaan pelayaran dengan puluhan armada tentu bukan perkara membalik telapak tangan.
Baca juga: Lewat Program TJSL, PT PELNI Salurkan Hewan Kurban ke Berbagai Pelosok Indonesia
Anik membeberkan, proyek bersih-bersih bertajuk Sistem Manajemen Terintegrasi ini sudah dipecut sejak pertengahan 2025 lalu.
Prosesnya melelahkan: melibatkan maraton pelatihan, perombakan prosedur operasi di lapangan, hingga audit eksternal berlapis yang menguras energi seluruh unit kerja perusahaan.
Sertifikasi anti-penyuapan dan keamanan data menjadi dua poin paling krusial demi menepis bayang-bayang tata kelola yang koruptif dan kebocoran data manifes.
Bagi manajemen, status baru ini diharapkan menjadi pelatuk bagi perubahan perilaku para pekerja di pelabuhan maupun di atas dek kapal.
“Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi seluruh insan PELNI untuk terus menjaga konsistensi penerapan standar dan melakukan perbaikan berkelanjutan dalam setiap aspek operasional perusahaan,” tambah Anik.
Baca juga: Libur Idul Adha 1447 H: Penjualan Tiket Kapal PELNI Hampir Tembus 40 Ribu Lembar
Menjaga Urat Nadi Wilayah Terdepan
Langkah standardisasi ini menjadi vital mengingat skala operasi PELNI yang luar biasa gemuk. Sebagai andalan utama konektivitas laut Indonesia, PELNI saat ini menakhodai 25 kapal penumpang yang melintasi 483 ruas perjalanan dan singgah di 75 pelabuhan komersial.
Bukan cuma mencari untung di rute basah, perusahaan pelat merah ini juga mengemban misi perintis. Mereka mengoperasikan 30 trayek kapal perintis guna merajut mobilitas warga di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP)—mencakup 229 pelabuhan dengan total 2.515 rute.




