Ditambah lagi dengan 17 kapal rede, delapan trayek tol laut, hingga satu kapal khusus pengangkut ternak.
Dengan armada raksasa yang bergerak di wilayah-wilayah rawan logistik tersebut, kepatuhan terhadap sistem manajemen aset (ISO 55001:2024) dan manajemen keselamatan (ISO 45001:2018) menjadi harga mati.
Lewat modal sertifikasi internasional ini, PELNI kini mencoba meyakinkan pasar bahwa layanan logistik maritim Indonesia bisa berjalan lebih aman, presisi, dan bersih dari pungutan liar. (*)




