Per April 2026, baki debet kredit BNPL alias paylater sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh melejit sebesar 37,29 persen yoy (Maret 2026: tumbuh 24,20 persen yoy) menjadi Rp29,3 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,76 juta (Maret 2026: 30,81 juta).
“Ledakan angka ini menuntut OJK untuk terus memasang radar waspada di sektor konsumer digital,” pungkas Kiki. (*)




