Konsep hunian ala Minho dirancang untuk mencerminkan karakteristik individu yang aktif, energik, dan gemar bersosialisasi dengan mengintegrasikan tren olahraga lari yang sedang digandrungi di Korea.
Sebaliknya, ruang milik Shin Ye Eun menawarkan konsep K-Wellness yang sarat estetika personal, sangat relevan dengan kebutuhan ruang tenang khas generasi Milenial dan Gen Z.
Baca juga:Â Mendag Minta Pelaku Niaga Elektronik Ikut Memajukan UMKM Lokal
Kedua konsep kontras tersebut disatukan oleh filosofi Affectionate Intelligence dari LG, sebuah visi teknologi AI yang dirancang bukan untuk mendominasi, melainkan memahami, merawat, dan beradaptasi dengan kebiasaan unik setiap penghuni rumah.
Bagi konsumen yang tidak sempat bertandang langsung ke lokasi pop-up, LG telah menyiapkan siaran digital berupa konten di balik layar (behind the scenes) serta video rangkuman keseruan acara yang disiarkan via YouTube dan media sosial resmi perusahaan.
Langkah penetapan pasar ini sekaligus mempertegas keberhasilan eksperimen budaya LG sebelumnya pada ajang LG InnoFest 2026 APAC di Busan, yang sukses memikat puluhan negara lewat replika set latar drama Korea populer. (*)




