BP Tapera saat ini terus mempercepat penyaluran pembiayaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Baca juga:Â Malang Bebas Rumah Kumuh: Menteri PKP Tambah Kuota BSPS Jadi 827 Unit di Tahun 2026!
Program tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas kepemilikan rumah sekaligus menggerakkan sektor properti nasional.
Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan Sektor Perumahan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa pembangunan ekosistem perumahan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, perbankan, akademisi, sektor swasta, hingga aparat penegak hukum harus berkolaborasi.
Tujuan utamanya untuk menghadirkan inovasi yang mampu menyediakan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran sehingga kebutuhan perumahan nasional tidak dapat terpenuhi hanya melalui APBN.
Baca juga:Â Kredit Program Perumahan BRI: Solusi Cerdas Bebas Rentenir dengan Bunga Ringan & Plafon Rp50 T!
Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi strategi utama untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat.
Transformasi digital melalui rumah.go.id menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem perumahan yang lebih modern, efisien, dan inklusif.
Bagi masyarakat urban, inovasi ini tidak hanya mempermudah akses terhadap rumah subsidi.




