Pramono menyebut skema tersebut antara lain memanfaatkan dana hasil KLB hingga rencana penerbitan obligasi daerah.
“Dan itulah yang kami gunakan untuk membangun Jakarta pada saat ini,” ujarnya.
Ia berharap JAFEX 2026 dapat menjadi ruang baru bagi Pemprov DKI untuk mengembangkan inovasi sekaligus memperluas kolaborasi dengan dunia usaha dan investor.
Baca juga: Kebakaran Gunung Bromo Hanguskan 550 Hektar Lahan TNBTS
AHY Dorong Aset Publik Ciptakan Nilai Tinggi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambut baik penyelenggaraan JAFEX 2026. Menurut AHY, forum tersebut dapat mempertemukan pemerintah, investor, dunia usaha dan mitra pembangunan dalam satu ekosistem.
“Kalau seluruh kekuatan ini bisa kita satukan, bisa kita sinergikan dan kolaborasikan, kita akan punya peluang yang besar untuk mengubah aset publik menjadi sesuatu yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kita,” kata AHY.
AHY menilai diperlukan perubahan pola pikir dalam pengelolaan aset. Pemerintah tidak cukup hanya mengelola aset, tetapi harus mampu menciptakan nilai yang lebih tinggi dari aset tersebut. Menurutnya, pemanfaatan aset juga harus selaras dengan rencana pembangunan serta dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus benar-benar bekerja bersama secara ketat, secara erat, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” ujarnya.
AHY berharap JAFEX tidak berhenti pada forum diskusi. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengidentifikasi aset, menyiapkan proyek, membangun kemitraan hingga merealisasikan investasi.




