URBANCITY.O.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif tengah mempererat kolaborasi dengan platform digital guna memperluas akses pasar bagi pegiat ekonomi kreatif (ekraf).
Dalam ajang TikTok GO by Tokopedia Indonesia Partner Summit 2026, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya sinergi teknologi untuk menciptakan peluang ekonomi riil.
Riefky menilai platform berbasis konten kini bukan sekadar sarana hiburan, melainkan pendorong utama keputusan konsumsi masyarakat yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami sangat menghargai kolaborasi ini serta komitmen bersama untuk memberdayakan para kreator dan pegiat ekraf di seluruh Indonesia,” ujar Teuku Riefky di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Baca Juga: Simak 9 Hal yang Membatalkan Puasa dan Hukum Menonton Konten Mukbang di Media Sosial
Acara ini adalah inisiatif dari TikTok Go by Tokopedia sebagai bentuk apresiasi kepada mitra dan pelaku usaha sekaligus ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan industri.
Potensi Besar di Tengah Penetrasi Rendah
Meskipun terus tumbuh, penetrasi pasar platform seperti TikTok GO di Indonesia tercatat baru mencapai 0,4 persen.
Angka ini masih jauh tertinggal dibandingkan Cina yang telah menyentuh 20 persen. Namun, pertumbuhan layanan e-voucher yang meningkat 20 kali lipat setiap tahun dengan jaringan 20 ribu outlet menjadi sinyal positif bagi industri.
Riefky berharap kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi pemerintah menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.




