URBANCITY.CO.ID – Gaya hidup masyarakat urban modern sangat bergantung pada kepastian pasokan protein hewani segar, mulai dari telur hingga daging ayam berkualitas di pasar swalayan.
Di balik meja makan kaum urban dan kelancaran bisnis kuliner modern, ketersediaan bahan baku pakan ternak memegang peranan krusial dalam mengendalikan inflasi pangan rumah tangga.
Merespons tantangan tersebut, Perum BULOG bergerak cepat mengamankan pasokan pakan peternak mikro di Pulau Jawa dengan mempercepat pengapalan komoditas dari sentra produksi nasional.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung proses pemuatan 10.000 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10), menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Baca Juga: BULOG Perkuat Pasokan SPHP Lewat KDKMP Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dalam agenda strategis tersebut, Direktur Utama memimpin pemantauan bersama Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) beserta jajaran manajemen.
Kunjungan lapangan ini mengonfirmasi kesiapan armada kargo laut, efisiensi alur bongkar muat, serta akselerasi rantai pasok jagung SPHP demi menjawab langsung aspirasi peternak mikro yang disuarakan di Komisi IV DPR RI.
“Peninjauan ini untuk memastikan bahwa pergeseran jagung SPHP bagi kebutuhan pakan ternak, khususnya peternak mikro di Pulau Jawa, benar-benar berjalan dan dapat dikirim secepatnya. Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi para peternak yang disampaikan di DPR RI dan langsung kami respons dengan mempercepat pengiriman jagung dari daerah-daerah sentra produksi,” ujar Ahmad Rizal di sela peninjauan.
Efisiensi Logistik Maritim Amankan Sentra Peternakan
Baca Juga: BULOG Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton Jagung SPHP demi Stabilitas Pasar
Manajemen BULOG mencatat sebanyak 8.214 ton dari kapasitas angkut 10.000 ton telah tersusun rapi di lambung kapal kargo.
Tim operasional memacu target pengisian rampung pada malam hari agar kapal segera bertolak menuju gerbang perdagangan Jawa Timur paling lambat Jumat (23/10) pagi.
Langkah terukur ini memangkas waktu distribusi laut menjadi tiga hari, sehingga peternak mikro di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga DI Yogyakarta dapat langsung menerima bahan pakan berkualitas tinggi.
“Harapan saya maksimal tiga hari jagung ini sudah sampai di Tanjung Perak dan siap disalurkan kepada seluruh peternak mikro di Pulau Jawa. Kami ingin memastikan distribusinya berjalan cepat agar kebutuhan peternak dapat segera terpenuhi. Pemerintah selalu hadir dan merespons dengan cepat kebutuhan masyarakat, termasuk para peternak mikro,” tegas Ahmad Rizal.
Baca Juga: BULOG Gandeng TNI Salurkan 1 Juta Ton Beras Jaga Stabilitas Pasar
Penguatan logistik ini tidak hanya mengandalkan hub maritim Sulawesi Selatan. Perum BULOG mengonsolidasikan sekitar 15.000 ton jagung dari Gorontalo serta memobilisasi 8.000 ton pasokan dari Nusa Tenggara Barat melalui kombinasi jalur laut dan darat via Bali.
Secara total, perseroan menggelontorkan 33.000 ton jagung antar-pulau guna menciptakan ketahanan stok pakan yang solid di kawasan barat Indonesia.
Investasi Peternak Mikro Topang Ekosistem Gizi Bebas Inflasi
Langkah ekspansif ini menjawab melonjaknya permintaan protein hewani di kawasan metropolitan, terutama dalam menyokong agenda nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Gorontalo, Realisasi Kini Lampaui 85 Persen
Tingginya perputaran ekonomi industri kuliner dan catering perkotaan memicu kebutuhan bahan pakan unggas yang sangat masif di tingkat produsen rakyat.
Pemerintah merespons dinamika pasar ini dengan menetapkan kuota tambahan penugasan SPHP jagung tahap kedua hingga 150.000 ton guna menjaga skala ekonomi peternak mandiri.
Pemerintah mematok harga jagung pakan SPHP sebesar Rp5.000 per kilogram di fasilitas gudang BULOG dan membatasi harga maksimal Rp5.500 per kilogram saat menyentuh kandang peternak.
Kebijakan pagu harga ini membuka ruang margin investasi yang kompetitif bagi koperasi peternak mikro, sekaligus membendung transmisi biaya produksi berlebih ke harga eceran konsumen perkotaan.
Baca Juga: Redam Gejolak Pasar, BULOG Gelontorkan 240 Ribu Ton Beras SPHP ke Daerah
Neraca Pangan Seimbang Perkuat Ketahanan Rantai Pasok
Mobilisasi logistik skala besar ini tetap melindungi ketahanan neraca pangan lokal di wilayah produsen timur Indonesia.
Tim BULOG mencatat cadangan jagung di Sulawesi Selatan masih kokoh pada level 18.000 ton, dengan estimasi lonjakan pasokan baru dari panen raya pada November mendatang.
Pola manajemen rantai pasok ini menjaga stabilitas pasar regional secara proporsional tanpa menimbulkan kekosongan inventaris di daerah asal komoditas.
Baca Juga: Rekor Tertinggi Sejarah, Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Tembus 4,9 Juta Ton
Intervensi pasar yang terstruktur dan terukur ini membuktikan sinergi nyata antara korporasi logistik negara, pemerintah, dan simpul koperasi peternakan rakyat.
Strategi ini mengamankan fondasi bisnis peternak mandiri sekaligus menghadirkan kepastian pasokan pangan segar berharga stabil bagi gaya hidup dinamis masyarakat perkotaan.




