URBANCITY.CO.ID – Kepastian pasokan pangan memegang peranan krusial dalam menjaga iklim investasi dan daya beli masyarakat perkotaan.
Perum BULOG kini memperkuat sinergi strategis bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna mengakselerasi distribusi Bantuan Pangan Pemerintah ke seluruh pelosok negeri.
Langkah cepat ini menjadi bantalan ekonomi penting untuk meredam volatilitas harga sembako, sekaligus menyambut peringatan HUT ke-81 TNI.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. memimpin langsung koordinasi teknis bersama Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi di Markas Besar TNI, Cilangkap, Kamis (10/9).
Baca Juga: BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Gorontalo, Realisasi Kini Lampaui 85 Persen
Pertemuan tingkat tinggi tersebut merumuskan skema taktis distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) agar rantai pasok tidak mengalami hambatan di lapangan.
“BULOG siap bergerak lebih cepat dan lebih masif. Kami melihat sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan Bantuan Pangan Pemerintah dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah, termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi lebih kuat,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Keterlibatan jaringan teritorial militer menghadirkan efisiensi logistik yang berdampak langsung pada stabilitas pasar konsumen urban maupun daerah penyangga.
Kehadiran personel di lapangan memangkas potensi keterlambatan distribusi serta mengikis spekulasi harga komoditas pokok di tingkat pedagang.
Baca Juga: Serap 77 Persen Beras Petani, BPK Puji Akuntabilitas Keuangan Perum BULOG
“Kami ingin memastikan bahwa beras yang sudah disiapkan Pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. BULOG tidak bisa bekerja sendiri dan TNI merupakan salah satu mitra strategis dalam memperluas jangkauan penyaluran,” lanjutnya.
Intervensi Pasar Amankan Inflasi dan Daya Beli
Akselerasi bantuan logistik ini mengeksekusi instruksi Presiden Prabowo Subianto pasca Rapat Koordinasi Terbatas Pangan guna mengantisipasi dampak El Nino serta lonjakan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru 2027.
Pemerintah mengalokasikan tambahan bantuan pangan periode Oktober–Desember 2026 sebanyak 1 juta ton beras kepada 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
Baca Juga: Stok Beras Terbesar dalam Sejarah, BULOG Percepat Penyaluran Pangan Nasional
Langkah ini memberi perlindungan ganda bagi ekonomi perkotaan karena menahan lonjakan inflasi volatile food yang kerap menggerus anggaran belanja rumah tangga kelas pekerja.
Selain program bantuan langsung, otoritas pangan menyalurkan 1 juta ton Beras SPHP mulai September 2026 hingga Maret 2027 untuk menjaga keterjangkauan harga eceran tertinggi.
Sektor riil juga memperoleh stimulus melalui penyaluran 150.000 ton Jagung SPHP bagi peternak mikro ayam pedaging dan petelur.
Pasokan bahan pakan yang terjangkau ini mengamankan harga daging ayam dan telur di supermarket modern maupun pasar tradisional perkotaan.
Baca Juga: Jaga Daya Beli Warga, Perum Bulog Pasok Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Keluarga
Hilirisasi Pangan Buka Peluang Investasi UMKM
Pemerintah turut membuka peluang hilirisasi bernilai tambah melalui konversi sekitar 380.000 ton beras simpan lebih dari 10 bulan menjadi tepung beras industri.
Kebijakan ini memperkuat rantai pasok bahan baku domestik bagi ekosistem kuliner, industri bakery, dan pelaku UMKM perkotaan tanpa harus bergantung pada produk impor.
Dirut BULOG menegaskan bahwa rentetan kebijakan terintegrasi ini menjadi wujud nyata keberpihakan negara dalam menciptakan fondasi ketahanan ekonomi yang berkeadilan.
Baca Juga: Stok Beras BULOG Cetak Rekor 5,3 Juta Ton, Komisi IV DPR Setujui Strategi SPHP
“Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat. Tugas BULOG adalah memastikan seluruh penugasan tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Karena itu, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar distribusi berjalan cepat, masif, tertib, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sinergi Teritorial Wujudkan Kepastian Rantai Pasok
Momentum HUT ke-81 TNI menjadi motor penggerak kolaborasi lintas institusi guna memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok di seluruh pasar domestik.
Baca Juga: Kendalikan Harga, BULOG Guyur 388,3 Ribu Ton Beras SPHP Hingga April 2026
Koordinasi intensif dari tingkat pusat hingga komando kewilayahan menjamin setiap ton beras tiba tepat waktu di titik serah.
“Semangatnya adalah bagaimana negara hadir dan masyarakat merasakan langsung manfaat dari program ini. Dengan sinergi BULOG dan TNI, kami optimistis penyaluran dapat segera menjangkau masyarakat dengan waktu yang lebih cepat,” pungkas Dirut BULOG.
Keberhasilan kolaborasi BULOG dan TNI ini mempertegas komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional, memperkuat daya beli publik, serta memelihara stabilitas makroekonomi dari risiko gejolak pasar global ke depan.




