JAKARTADAILY.ID – Pemerintah melalui badan usaha milik negara (BUMN) mengambil langkah untuk memperkuat akses bahan baku pakan bagi peternak rakyat. Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Berdikari dan Koperasi Produsen LPER terkait pemenuhan kebutuhan Soybean Meal (SBM).
Melalui kerja sama tahap awal tersebut, PT Berdikari dan Koperasi LPER berkomitmen merealisasikan penyaluran 5.000 ton SBM kepada anggota peternak rakyat binaan Koperasi LPER di berbagai wilayah Indonesia.
MoU ditandatangani Ketua Umum Koperasi LPER H. Mulyadi Atma dan Direktur Utama PT Berdikari Maryadi di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. Penandatanganan turut dihadiri Direktur Operasional PT Berdikari Agung Aulia beserta jajaran perusahaan dan perwakilan Koperasi LPER.
Pakan Jadi Komponen Utama Biaya Produksi
Ketua Umum Koperasi LPER H. Mulyadi Atma mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu peternak menghadapi tingginya biaya produksi, khususnya yang berasal dari kebutuhan pakan.
Baca juga: AirNav Kerahkan Relawan BUMN: Dorong Potensi Desa Boyolali
Menurut dia, pakan selama ini menyerap sekitar 70 persen dari total biaya produksi peternakan. Karena itu, pasokan SBM dari BUMN dinilai dapat membantu memperpendek rantai pasok sekaligus menciptakan harga bahan baku yang lebih stabil.
“Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 ton di awal ini, kami optimistis harga pokok produksi telur dan ayam bisa ditekan dan peternak bisa bangkit kembali,” ujar Mulyadi.




