Melalui skema kerja sama tersebut, Koperasi LPER akan berperan dalam menyalurkan bahan baku kepada anggota dan mitra peternak yang berada dalam jaringan koperasi.
BUMN Dorong Ekosistem Peternakan Terintegrasi
PT Berdikari juga menyatakan komitmennya untuk berperan sebagai off-taker sekaligus penyedia bahan baku utama dalam ekosistem tersebut.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat rantai pasok peternakan berbasis koperasi serta memberikan akses bahan baku yang lebih langsung kepada peternak.
Dengan pasokan bahan baku yang lebih terjamin, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi produksi peternak ayam ras, baik untuk produksi telur maupun ayam pedaging.
Baca juga: Pecahkan Rekor Asia, Warisan Michael Hartono Rp55 T per Anak Disorot Asing
“Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan,” ujar perwakilan PT Berdikari.
Koperasi LPER selanjutnya diharapkan menjadi salah satu pusat distribusi dan penampung kebutuhan bahan baku bagi peternak usaha kecil dan menengah serta anggota koperasi.
Kerja sama PT Berdikari dan Koperasi LPER juga diposisikan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem peternakan yang lebih terintegrasi melalui koperasi.
Akses terhadap bahan baku pakan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi peternakan ayam ras. Dengan rantai pasok yang lebih terstruktur, peternak diharapkan dapat memperoleh bahan baku secara lebih efisien.
Penyaluran 5.000 ton SBM menjadi tahap awal dari kerja sama kedua pihak. Ke depan, skema tersebut diarahkan untuk memperluas ekosistem peternakan berbasis koperasi dan meningkatkan manfaat kerja sama bagi peternak rakyat.




