“Tetapi dapat memberikan hasil yang optimal untuk mencapai tujuan pensiun sejahtera dan berkah bagi nasabah atau peserta kami,” sambungnya.
Baca juga: Bank Muamalat Pacu Pembiayaan SME, Targetkan Pertumbuhan 30 Persen di Tahun 2026
Pertumbuhan positif imbal hasil investasi yang sepenuhnya dibagikan kepada peserta, memperlihatkan keberhasilan salah satu strategi DPLK Syariah Muamalat yang menitikberatkan pada optimalisasi investasi.
Membujuk Ratusan Korporasi Lewat Gerakan Literasi Dana Pensiun
Raihan investasi yang moncer ini otomatis memicu lonjakan jumlah korporasi yang mempercayakan tabungan masa depan pekerjanya ke DPLK Muamalat.
Bank Muamalat mencatat sebanyak 958 perusahaan telah mengikat kontrak kerja sama hingga Mei 2026, atau bertambah 101 korporasi baru dalam kurun waktu setahun terakhir.
Manajemen mengklaim penambahan kepesertaan massal ini sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan.
Gencar melakukan literasi keuangan syariah menjadi kunci utama DPLK Muamalat dalam meyakinkan para pelaku industri nasional.
Baca juga: Milad ke-34 Bank Muamalat: Meneguhkan Jati Diri Pionir Syariah dan Inovasi untuk Umat
Di sisi lain, jumlah kepesertaan individu dari sektor pekerja mandiri dan masyarakat umum ikut melesat hingga menembus angka 125 ribu peserta.
Ledakan jumlah nasabah ini otomatis mengerek total nilai aset kelolaan (asset under management) DPLK Syariah Muamalat menjadi Rp2 triliun, alias menanjak 12 persen secara tahunan.
“Alhamdulillah, semakin banyak perusahaan dan masyarakat umum yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun karyawannya kepada DPLK Syariah Muamalat, amanah yang insya Allah terus kami jaga dengan baik,” kata Aznovri.
Menyiapkan Strategi Tiga Pilar dan Akselerasi Digital
Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Ricky Rikardo Mulyadi, menilai pembengkakan nilai aset ini sebagai bukti tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap kredibilitas induk perusahaan.




