Lembaga ini memanfaatkan integrasi teknologi cerdas, kecerdasan buatan, dan sains genomik untuk menganalisis material prasejarah secara akurat.
Langkah kolaboratif tersebut menarik pendanaan riset filantropi, program beasiswa internasional, serta membuka lapangan kerja profesional di bidang preservasi dan kurasi sains modern.
“Semakin dalam kita memahami masa lalu, semakin bijaksana kita harus menjadi dalam membentuk masa depan,” pungkas Menteri Kebudayaan Fadli Zon.




