Purbaya optimistis, melalui rangkaian penyempurnaan regulasi dan sinkronisasi kebijakan ekonomi ke depan, otot rupiah bakal bergerak ke arah yang lebih sehat dan terukur. Manfaat instan dari stabilitas ini diharapkan bisa langsung dirasakan oleh sektor mikro.
Baca juga: Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Bantah Isu Fiskal Ugal-ugalan
“Dengan kebijakan yang lebih bagus, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak terbebani lagi beban hidupnya, tidak mengalami banyaknya beban hidup yang terlalu signifikan,” kata Purbaya menjanjikan.
Arah perbaikan ini, menurut mantan Ketua Dewan Komisioner LPS tersebut, akan dieksekusi lewat penguatan jembatan komunikasi antara kebijakan fiskal di bawah kendalinya dengan kebijakan moneter di kuil bank sentral.
Sinergi dua kutub penentu kebijakan ekonomi ini dipercaya bakal melahirkan hantaman yang lebih bertenaga untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi domestik sekaligus meredam kepanikan di pasar keuangan.
“Sinkronisasi kebijakan ini amat baik sekali untuk ekonomi kita, di level makro maupun di level mikro ke depannya. Kita harus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga perkembangan kita semakin cepat. Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan koordinasi dengan bank sentral,” tambahnya.
Baca juga: Menkeu Purbaya – BI Kompak Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli 2026
Mengunci Kepercayaan Pasar
Di hadapan awak media, Purbaya kembali menggarisbawahi bahwa Kementerian Keuangan bakal memberikan dukungan penuh terhadap independensi dan langkah-langkah strategis Bank Indonesia.




