Baginya, hilangnya ego sektoral antara penguasa fiskal dan moneter adalah resep paling mujarab untuk mengembalikan sentimen positif para investor di pasar uang.
“Kita akan mendukung bank sentral untuk koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian,” ujarnya.
Jika ramuan sinergi penuh ini berjalan mulus tanpa riak, PGN dan otoritas terkait percaya fundamental rupiah akan merangkak naik ke level yang lebih adil.
Purbaya menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa muara akhir dari seluruh pertempuran menjaga nilai tukar ini adalah murni untuk kepentingan masyarakat arus bawah.
Baca juga: Transparansi Pajak Terbaik Dunia, Kemenkeu Salurkan Rp389 Triliun untuk UMKM
“Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah. Sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan. Yang penting adalah kita ingin melihat dampak kemasyarakat yang positif dari rupiah itu,” pungkas Purbaya. (*)




