URBANCITY.CO.ID – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memastikan kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berdiri kukuh di atas fondasi yang aman.
Otoritas penasihat ekonomi ini menilai Indonesia berada dalam posisi yang sangat jauh dari ancaman krisis keuangan, meski badai geopolitik global terus mengguncang pasar internasional.
Anggota DEN, Mochammad Firman Hidayat, menegaskan bahwa serangkaian indikator fundamental makroekonomi domestik masih menunjukkan rapor yang sangat solid.
Manajemen DEN telah menyodorkan dokumen analisis objektif ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan tertutup di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca juga:Â Prabowo dan Luhut Bahas Strategi Ekonomi: Dari Risiko Global hingga GovTech
“Fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang sangat baik, bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis 1998. Berbagai indikator makro menunjukkan bahwa perekonomian nasional tetap solid dan berada jauh dari potensi krisis,” ujar Firman kepada awak media.
Menyokong Pertumbuhan 5,61 Persen lewat Kendali Inflasi
Firman menguliti secara rinci sejumlah rapor hijau yang membentengi kekuatan ekonomi domestik dari hantaman eksternal.
Indonesia sukses membukukan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yakni menyentuh angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I 2026.
Tim pengendali inflasi pusat juga berhasil menjinakkan lonjakan harga barang pada level yang relatif stabil, yakni sebesar 3,08 persen secara tahunan per Mei 2026.
Baca juga:Â Luhut: Produksi Mobil Listrik 600.000 Tahun 2030, Kurangi Impor BBM 45 Juta Liter Per Tahun




