Fokus industri saat ini bukan sekadar mengejar volume, melainkan memperkuat kualitas penyaluran.
Prinsip kehati-hatian menjadi kompas utama agar industri tetap kokoh, menjamin bahwa setiap kontrak kredit memberikan nilai tambah bagi debitur tanpa mengorbankan stabilitas jangka panjang.
Baca juga: BCA Syariah Permudah Akses Pembiayaan di Expoversary 2026
Revolusi Elektrifikasi: Mengubah Lanskap Mobilitas Urban
Di saat mesin konvensional bergelut dengan efisiensi, kendaraan listrik justru melesat menjadi primadona baru.
Kenaikan harga BBM, yang secara teknis menekan daya beli, justru bertindak sebagai trigger bagi masyarakat untuk mulai melirik opsi mobilitas yang lebih hemat energi.
Data OJK mencatat peningkatan substansial: penyaluran pembiayaan kendaraan listrik (roda dua dan roda empat) oleh multifinance melonjak 32,48% yoy menjadi Rp23,94 triliun per Mei 2026.
Agusman menekankan bahwa tren ini tidak bisa diabaikan.
Menurutnya, kenaikan harga BBM berpotensi memengaruhi kemampuan bayar sebagian debitur dan kualitas pembiayaan multifinance.
“Di sisi lain, kondisi ini juga dapat mendorong minat terhadap kendaraan listrik,” jelasnya.
Baca juga: Masya Allah, Pembiayaan Multiguna Bank Muamalat Melesat Double Digit
Menariknya, dominasi segmen kendaraan hybrid (HEV) masih sangat kuat, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp11,74 triliun untuk mobil listrik.
Ini menunjukkan bahwa masyarakat urban cenderung memilih transisi yang lebih moderat—menikmati efisiensi listrik namun tetap memiliki rasa aman dengan sistem bahan bakar ganda.




