URBANCITY.CO.ID – Jawa Tengah kini mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif utama pengembangan literasi ekonomi syariah bagi generasi muda Indonesia.
Melalui gelaran Workshop Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES), sebanyak 150 satuan pendidikan—meliputi SMA, SMK, hingga SLB—berkumpul di Semarang untuk merumuskan masa depan kurikulum berbasis nilai ekonomi syariah.
Langkah kolaboratif antara KNEKS, KDEKS Jawa Tengah, serta Bank Indonesia ini memastikan bahwa siswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang prinsip keuangan.
Yakni prinsip keuangan yang adil, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Assoc Prof Dr Sutan Emir Hidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme Jawa Tengah dalam program ini.
Baca juga: KNEKS Paparkan Blueprint Ekonomi Syariah Indonesia di Forum Internasional BIE-CON 2026
“SPES Jawa Tengah ini adalah SPES dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah di selenggarakan di Indonesia, juga menjadi SPES pertama yang di ikuti oleh Sekolah Luar Biasa (SLB)”
Mengapa Ekonomi Syariah Menjadi Investasi Pengetahuan?
Dalam perspektif urban yang dinamis, pemahaman ekonomi syariah bukan sekadar tren.
Melainkan bentuk investasi cerdas terhadap pengelolaan keuangan yang etis.
Peserta workshop memperoleh akses ke materi konsep keuangan syariah, strategi pengembangan kurikulum, dan metode implementasi pembelajaran yang inovatif.
Para guru dan kepala sekolah kini berperan sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai keberkahan ke dalam ruang kelas.




