Mengoperasikan total 84 armada yang menjangkau 357 pelabuhan singgah, PELNI mengintegrasikan teknologi dan manajemen rantai pasok.
Tujuannya jelas, untuk menjamin ketepatan waktu pengiriman.
Baca juga:Â Komisi XI DPR RI Tinjau Progres PMN untuk Peremajaan Kapal PT PELNI
Bagi investor dan pelaku industri, ketangguhan sistem logistik ini menjadi indikator penting dalam menilai stabilitas ekonomi Indonesia.
Efisiensi yang tercipta dari distribusi yang terjaga secara langsung memberikan dampak positif pada biaya logistik nasional yang lebih kompetitif.
“Pertumbuhan volume pengangkutan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik maritim.”
“Ke depan, PELNI akan terus memperkuat kapabilitas operasional, menjaga keandalan layanan,” ujarnya.
“Serta memperluas kontribusi dalam mendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional,” tambah Budi.
Menggerakkan Ekonomi melalui Jaringan Terpadu
Transformasi bisnis PELNI saat ini menempatkan transportasi laut sebagai tulang punggung utama distribusi logistik yang menghubungkan pusat-pusat produksi dengan konsumen.
Baca juga:Â Gandeng Hannah Al Rasyid, PELNI Bentuk Satgas Antipelecehan dan Perundungan di Kantor
Dengan jaringan 306 terminal point yang tersebar di seluruh daerah, perusahaan memfasilitasi kelancaran arus barang.
Kelancaran arus barang itu sendiri merupakan hal yang esensial bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Kepercayaan pelanggan yang terus meningkat menjadi bukti nyata bahwa kapabilitas operasional PELNI mampu menjawab tantangan logistik yang kompleks.




