URBANCITY.CO.ID – Transformasi sektor kepelabuhanan Indonesia memasuki babak baru melalui inisiatif Green and Smart Port (GSPI) ASRI 2026.
Bagi masyarakat urban yang dinamis, efisiensi logistik bukan sekadar urusan pelabuhan, melainkan kunci stabilitas harga pangan di meja makan Anda setiap hari.
Sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan IDSurvey ini memastikan distribusi barang antar-daerah berjalan lebih cepat, transparan, dan berkelanjutan.
Alhasil, akan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional secara masif.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, menjelaskan pentingnya integrasi teknologi dalam ekosistem pelabuhan nasional.
Baca juga: Bea Cukai Sita 8,2 Juta Rokok Ilegal Rp12 Miliar di Pelabuhan Penyeberangan Merak
Melalui Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, pihaknya ingin mendorong terwujudnya pelabuhan efisien dan berdaya saing.
Selain itu, berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan efektifitas logistik,” ujar Tatang
“Sehingga, mampu menjamin kelancaran distribusi pangan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global”, imbuhnya.
Standar Global untuk Daya Saing Internasional
Program ini menggunakan indikator penilaian yang komprehensif, mencakup aspek tata kelola, lingkungan, hingga digitalisasi layanan.
Dengan mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0, pemerintah menargetkan pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia memenuhi standar global.




