URBANCITY.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya buka suara soal alasannya mengganti pesawat secara diam-diam di Turkiye bulan lalu. Politikus Partai Republik tersebut menegaskan bahwa Secret Service dan pihak militer mengarahkan langsung langkah pengalihan itu.
Meskipun mematuhi instruksi tim pengaman, ia menilai armada pengganti justru membawa risiko keamanan lebih besar daripada Air Force One.
Penyebab Donald Trump Ganti Pesawat: Pindah via Truk Katering
Pihak keamanan memindahkan rute penerbangan sang presiden setelah KTT NATO di Ankara usai. Agen mengawal presiden keluar dari Air Force One menuju armada militer lain menggunakan truk katering secara tertutup.
Laporan media Amerika Serikat menyebut bahwa agen intelijen mendeteksi ancaman pembunuhan yang diduga berasal dari Iran. Gedung Putih awalnya menyembunyikan operasi ini dan mengklaim iring-iringan kepresidenan terbang menggunakan Air Force One menuju Inggris.
Baca Juga :Â BCA Syariah Catat Pertumbuhan Aset 17,2% YoY, Perkuat Dampak Melalui Inisiatif Sahabat Berkahmu
Namun, laporan Washington Post membongkar operasi rahasia tersebut. Saat proses evakuasi berlangsung, para staf Gedung Putih dan awak media tetap berada di pesawat utama tanpa menyadari kepergian orang nomor satu di AS itu.
Alasan Donald Trump Ganti Pesawat Atas Arahan Secret Service
Mantan pengusaha tersebut mengaku tidak mengambil keputusan pengalihan penerbangan secara sepihak. Ia memilih mematuhi seluruh prosedur pengamanan yang Secret Service rancang bersama militer.
“Saya justru berpikir pesawat yang saya gunakan memiliki risiko lebih besar. Saya rasa pesawat itu lebih mungkin menjadi sasaran,” kata Trump kepada wartawan, Selasa, 11 Agustus 2026, seperti dikutip dari Reuters.
Ia mengonfirmasi keberadaan ancaman keselamatan tersebut meskipun tidak menanyakan detailnya secara mendalam.
“Ya, itu sepenuhnya keputusan Secret Service. Saya hanya mengikuti apa yang mereka inginkan. Jadi, saya mengikuti arahan Secret Service dan militer,” ujarnya. Ia menambahkan, “Saya kira memang ada ancaman. Saya sebenarnya tidak terlalu banyak menanyakannya. Saya memang mendapat banyak ancaman.”




