URBANCITY.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut kedatangan Presiden Cina Xi Jinping di Pangkalan Udara Joint Base Andrews, Maryland. Penyambutan berlangsung pada Rabu malam, 23 September 2026 waktu setempat.
Langkah ini mencatat sejarah baru protokoler kepresidenan AS. Seorang presiden AS belum pernah menyambut langsung kepala negara asing di pangkalan militer itu dalam enam dekade terakhir.
Xi Jinping mendarat bersama Ibu Negara Peng Liyuan menaiki pesawat Air China. Kunjungan ini bertujuan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) bilateral. Lawatan ini juga menjadi kunjungan kenegaraan pertama Xi ke Washington sejak 2015.
Trump mendampingi Ibu Negara Melania Trump saat menyongsong rombongan tamu. Keduanya berdiri tepat di samping tangga pesawat.
Seusai pendaratan itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan kesepakatan penting kedua negara. Washington dan Beijing sepakat memperpanjang masa gencatan senjata perang dagang. Periode jeda tarif yang sedianya berakhir 10 November kini resmi mundur hingga 10 Januari.
Upacara Militer Karpet Merah dan Atraksi Jet Tempur
Pihak Gedung Putih menggelar upacara militer penuh di pangkalan udara. Trump dan Xi sempat berbincang singkat di atas karpet merah sepanjang 30 meter. Setelah itu, kedua pemimpin menginspeksi barisan kehormatan pasukan militer.
Dentuman meriam dan alunan lagu kebangsaan mengiringi jalannya prosesi penyambutan. Korps musik Angkatan Udara AS memainkan lagu kebangsaan kedua negara secara khidmat. Militer AS bahkan menampilkan atraksi terbang lintas pesawat pengebom B-1 di atas pangkalan udara.
Seusai upacara militer, Trump mengantar rombongan Xi menuju iring-iringan limusin hitam. Delegasi Cina tersebut menempuh perjalanan darat 23 kilometer menuju Washington DC. Sementara itu, Trump dan Melania menaiki helikopter kepresidenan Marine One untuk kembali ke Gedung Putih.
Pertemuan bilateral ini menjadi agenda tatap muka ketiga bagi kedua pemimpin. Sebelumnya, Trump melawat ke Cina empat bulan lalu. Keduanya juga sempat bertemu di Busan, Korea Selatan, saat pertama kali menyepakati jeda tarif dagang.




