Klaim Trump dan Reaksi Keras Teheran
Dalam unggahannya, Trump berkilah bahwa penundaan serangan ini merupakan permintaan dari pihak lain untuk memberi ruang bagi proposal perdamaian.
“Kami diminta menunda serangan kami terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka bisa mengajukan proposal yang terpadu,” tulis Trump. Ia juga menambahkan, “Oleh karena itu, saya sudah menginstruksikan Militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu.”
Di sisi lain, Iran menanggapi dingin klaim tersebut. Teheran menyatakan perpanjangan gencatan senjata tidak memiliki arti selama militer AS masih bercokol di perairan Timur Tengah dan melakukan blokade terhadap kapal-kapal berbendera Iran.
Penasihat senior ketua parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menegaskan bahwa pihak yang kalah tidak berhak mendikte syarat gencatan senjata. Ia bahkan menuduh Washington sedang menjalankan strategi licik.
Mohammadi menyebut langkah Trump hanyalah “taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak.” Ia juga menyamakan aksi blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat dengan tindakan agresi militer langsung. “Blokade AS ke kapal berbendera Iran yang menuju atau dari pelabuhan negara itu sama saja dengan pemboman,” tegas Mohammadi.






