URBANCITY.CO.ID – Tren gaya hidup urban kini menempatkan destinasi wisata berbasis kearifan lokal seperti Samosir sebagai magnet investasi baru yang menjanjikan.
Untuk mengubah daya tarik budaya Danau Toba menjadi portofolio bisnis bernilai tinggi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) membekali 50 pegiat ekonomi kreatif melalui program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) di Creative Hub Samosir, Kamis (15/10).
Langkah strategis ini menjadi bagian dari Aktivasi Creative Hub untuk mentransformasi pelaku usaha kreatif lokal menjadi entitas komersial yang bankable.
Kehadiran ekosistem pembiayaan yang matang memegang peranan krusial agar produk lokal mampu bersaing di pasar modern dan menarik minat investor.
Baca Juga: Potensi Bisnis Industri Gim Indonesia: Peluang Investasi Kreatif dari Kerja Sama Ekraf & Coda
Menjadikan Creative Hub Penggerak Ekonomi Daerah
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya menghubungkan talenta kreatif daerah langsung dengan jejaring industri serta sumber modal formal.
Integrasi ini membuka ruang ekspansi usaha sekaligus melahirkan ekosistem bisnis baru yang menyerap banyak tenaga kerja lokal.
“Creative Hub harus menjadi lebih dari sekadar ruang berkumpul. Kita ingin mempertemukan talenta, gagasan, teknologi, industri, dan sumber pendanaan agar potensi kreatif dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Baca Juga: WCCE 2026 Jakarta: Buka Peluang Investasi dan Tren Gaya Hidup Kreatif Global
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf, Mohammed Ali Berawi, mendorong pelaku usaha agar mengoptimalkan instrumen permodalan yang tersedia di pasar.
Pemahaman mendalam mengenai struktur permodalan dan diversifikasi kemitraan menjadi fondasi utama bagi jenama kreatif lokal untuk meningkatkan valuasi usaha.
“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir, terutama dalam meningkatkan kesiapan usaha dan daya saing. Kementerian Ekraf terus berupaya memfasilitasi akses pembiayaan, memperluas jejaring bisnis, serta membantu pelaku ekonomi kreatif mengoptimalkan potensi usahanya agar dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Mohammed Ali Berawi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetti Naibaho, menyambut baik fasilitasi ini demi memangkas kendala permodalan yang kerap menghambat komersialisasi produk kreatif lokal.
Baca Juga: Investasi Literasi Anak Perkuat Ekonomi Kreatif, Karya Raya 2026 Cetak Rekor Buku
Dukungan konkret dari kementerian mempercepat laju pertumbuhan industri kreatif daerah agar tampil percaya diri di kancah nasional.
Strategi Mengakses Kredit dan Skema Investasi Produktif
Sektor perbankan turut memperkuat dorongan investasi ini melalui penyediaan instrumen kredit yang fleksibel bagi pelaku usaha kreatif.
Pimpinan Cabang Bank Sumut Pangururan, Adi Nixon Marbun, memaparkan beragam fasilitas pembiayaan berbunga kompetitif, skema subsidi bunga hingga nol persen, serta pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mempercepat perputaran modal kerja.
Baca Juga: BNI Dukung Festival Seni MSI 2026: Investasi Ekonomi Kreatif Urban
Kesiapan pelaku usaha dalam menyerap modal sangat bergantung pada kedisiplinan pencatatan keuangan dan kejelasan proyeksi bisnis.
Pelaku industri kreatif perlu memahami siklus arus kas serta merancang business model yang adaptif terhadap selera pasar konsumen urban masa kini.
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, memaparkan panduan praktis agar usaha kreatif mampu memenuhi standar kelayakan lembaga keuangan.
Bersama pemateri Ari Tjahjanto, sesi pelatihan memandu peserta secara langsung menyusun pembukuan profesional dan memetakan kebutuhan belanja modal secara akurat.
Baca Juga: IKM Parfum Binaan Kemenperin Tembus Ekspor, Peluang Emas Investasi Industri Kreatif
Membangun Ekosistem Bisnis Kreatif Berkelanjutan
Keberlanjutan industri kreatif Samosir membutuhkan sinergi erat antara komunitas kreatif, perbankan, dan pemerintah daerah.
Lewat pendampingan langsung, para pelaku usaha kini memiliki peta jalan yang terarah untuk merealisasikan rencana ekspansi produk mereka.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa pembiayaan produktif dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi. Melalui tata kelola bisnis yang tertib dan pembiayaan yang tepat sasaran, produk kreatif Samosir siap menjadi bagian dari tren gaya hidup bernilai tambah tinggi bagi pasar nasional.




