Dosen UGM Bilang Zero Mining Nggak Bisa di Indonesia, Kenapa?

Ilustrasi (Pexels)

URBANCITY.CO.ID – Belakangan ini, istilah “zero mining” kembali mencuat dalam diskusi mengenai industri pertambangan. Gagasan tersebut memicu perdebatan, terutama karena sebagian pihak menilai bahwa masyarakat modern masih sangat bergantung pada produk tambang, khususnya di sektor energi.

Perbedaan pandangan ini membuka kembali wacana mengenai batas pengurangan aktivitas pertambangan yang dapat diterapkan secara realistis.

Jadi, apa sih sebenarnya zero mining itu, dan mungkinkah diterapin di Indonesia? Yuk, kita bahas bareng.

Dosen dan peneliti bidang Sumber Daya Mineral di Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), sekaligus Staf Khusus Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), Lucas Donny Setijadji, bilang kalau istilah zero mining sebenarnya nggak dikenal di dunia pertambangan. Menurutnya, konsep ini nggak ada di teori atau praktik pertambangan modern.

Baca Juga : Pemerintah Maksimalkan Bantuan Banjir Aceh: Jalan, Logistik, dan Pesawat Dikerahkan

“Saya mengajar geologi pertambangan lebih dari 20 tahun dan belum pernah membaca, apalagi mengajarkan konsep ini. Karena itu saya cukup terkejut saat diminta pendapat mengenai isu ini,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (8/12/2025).

Meski begitu, dari info yang dia dapet, Lucas bilang zero mining kayaknya merujuk ke kebijakan yang larang semua aktivitas pertambangan di suatu wilayah. Tapi, pendekatan itu dinilainya terlalu ekstrem dan nggak cocok sama prinsip industri modern.

“Yang lebih umum digunakan sejauh ini adalah konsep pertambangan berkelanjutan (sustainable mining), pertambangan hijau (green mining), dan pertambangan yang bertanggung jawab,” katanya.

Dia tegasin, kebutuhan industri tambang nggak bisa dihapus gitu aja karena masyarakat dan negara masih bergantung banget sama kontribusinya. Terutama perusahaan yang jalanin prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dengan benar.

Lucas bilang, sejauh pengetahuannya, nggak ada dasar hukum yang bikin muncul istilah ‘zero mining’ ini. Menurutnya, wacana ini muncul dari pihak tertentu yang keras nolak kehadiran industri tambang.

“Wacana ini menurut saya terlalu ekstrem karena tidak memperbolehkan sama sekali hadirnya industri pertambangan. Dalam konteks tertentu saya memahami adanya pandangan pihak tertentu yang meyakini bahwa semua kegiatan pertambangan merusak lingkungan sehingga tidak layak dilakukan sama sekali,” ungkap Lucas.

Tapi, dia tetap bilang pandangan itu terlalu ekstrem karena nggak pertimbangin kontribusi positif tambang buat ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Lucas yakin Indonesia nggak akan terapin zero mining. Alasannya, potensi sumberdaya geologi Indonesia luar biasa.

“Saya yakin bahwa paling tidak sampai beberapa generasi ke depan Indonesia selayaknya tidak akan pernah dapat menerapkan konsep zero mining. Kontribusi ekonomi yang sangat besar dari industri pertambangan terhadap keseluruhan pendapatan negara dalam agenda pembangunan berkelanjutan dan visi misi Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Dia tambahin, sekarang pemerintah Indonesia lagi canangkan program tambang bertanggung jawab sesuai hukum, lingkungan, dan sosial. Dengan geopolitik yang intens, pemerintah tetapkan banyak mineral strategis dan kritis, yang disiapin lewat eksplorasi, ekstraksi, dan hilirisasi.

“Sementara itu, di sisi lain pemerintah juga melakukan berbagai upaya pemberantasan pertambangan liar yang tidak mengikuti kaidah hukum dan lingkungan yang benar,” tegas Lucas.

Solusinya, alihin tambang liar jadi industri berbasis koperasi, biar kontribusi ekonomi langsung ke masyarakat.

“Maka jika kebijakan zero mining kita terapkan hari ini di Indonesia, maka konsekuensinya pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan tidak akan tercapai, kita semua harus meninggalkan semua kenyamanan hidup masyarakat modern yang telah berhasil kita capai selama era kemerdekaan kita. Visi misi Indonesia emas 2045 akhirnya tidak akan kita capai dengan kebijakan zero mining seperti ini,” jelas Lucas.

Lucas ungkap, cuma negara tanpa sumberdaya geologi kayak Singapura yang secara teori bisa terapin zero mining.

“Namun ini dengan catatan bahwa Singapura dan berbagai negara maju yang tidak memiliki industri pertambangan dalam negeri. Negara tersebut juga masih banyak mengkonsumsi berbagai material hasil pertambangan dari berbagai negara lain,” kata Lucas.

Dia contohin, Singapura impor pasir kuarsa dan material tambang dari Indonesia buat reklamasi laut dan bangun rumah, jalan, infrastruktur.

“Bahkan ketika hari ini teknologi terkini yang paling diandalkan banyak negara maju adalah artificial intelligence (AI), ternyata isu utama yang mengikutinya adalah kebutuhan energi yang luar biasa besar untuk mendukungnya sehingga justru makin diperlukan lebih banyak energi listrik yang akhirnya membutuhkan lebih banyak hasil tambang sebagai sumber energi,” tambah Lucas.

Dia bilang, kalau zero mining betul-betul diterapin, semua negara nggak boleh pake material tambang dari negara lain.

“Dalam hal ini tidak mungkin ada satu negara di dunia yang saat ini yang bisa menerapkan prinsip zero mining,” tegas Lucas.

Baca Juga : Viral Bantuan Beras Sumatra: Kementan Minta Maaf, Sudah 1.200 Ton Disalurkan

Lucas ungkap, setiap industri, termasuk tambang, pasti ada dampak ke lingkungan. Makanya, regulasi hukum, pengawasan, dan penindakan hukum perlu ditegakkan kalau ada pelanggaran.

“Dengan kemajuan teknologi berbasis penginderaan jauh dan sistem informasi yang sudah kita kuasai dan implementasikan dengan baik, di institusi pemerintah maupun penyedia layanan umum seperti Google Earth, maka menurut saya tidak ada yang tidak bisa kita deteksi di bumi Indonesia jika terjadi kerusakan lingkungan oleh industri pertambangan,” jelas Lucas.

Yang penting, tetapkan dan tegakkan peraturan hukum tegas buat semua industri, termasuk tambang.

“Isu kerusakan lingkungan oleh industri pertambangan harus bisa dibuktikan secara teknis dan tidak hanya berdasarkan dugaan atau tuduhan tanpa didukung data yang akurat,” jelasnya.

Related Posts

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

118000731

118000732

118000733

118000734

118000735

118000736

118000737

118000738

118000739

118000740

118000741

118000742

118000743

118000744

118000745

118000761

118000762

118000763

118000764

118000765

118000766

118000767

118000768

118000769

118000770

118000771

118000772

118000773

118000774

118000775

118000776

118000777

118000778

118000779

118000780

118000781

118000782

118000783

118000784

118000785

118000786

118000787

118000788

118000789

118000790

118000791

118000792

118000793

118000794

118000795

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000461

138000462

138000463

138000464

138000465

138000466

138000467

138000468

138000469

138000470

138000471

138000472

138000473

138000474

138000475

138000476

138000477

138000478

138000479

138000480

138000481

138000482

138000483

138000484

138000485

138000486

138000487

138000488

138000489

138000490

138000491

138000492

138000493

138000494

138000495

138000496

138000497

138000498

138000499

138000500

138000501

138000502

138000503

138000504

138000505

138000506

138000507

138000508

138000509

138000510

158000371

158000372

158000373

158000374

158000375

158000376

158000377

158000378

158000379

158000380

158000381

158000382

158000383

158000384

158000385

158000386

158000387

158000388

158000389

158000390

158000391

158000392

158000393

158000394

158000395

158000396

158000397

158000398

158000399

158000400

158000401

158000402

158000403

158000404

158000405

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

208000411

208000412

208000413

208000414

208000415

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

228000161

228000162

228000163

228000164

228000165

228000166

228000167

228000168

228000169

228000170

228000171

228000172

228000173

228000174

228000175

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

228000181

228000182

228000183

228000184

228000185

228000186

228000187

228000188

228000189

228000190

228000191

228000192

228000193

228000194

228000195

228000196

228000197

228000198

228000199

228000200

228000201

228000202

228000203

228000204

228000205

228000206

228000207

228000208

228000209

228000210

228000211

228000212

228000213

228000214

228000215

228000216

228000217

228000218

228000219

228000220

228000221

228000222

228000223

228000224

228000225

228000226

228000227

228000228

228000229

228000230

228000231

228000232

228000233

228000234

228000235

228000236

228000237

228000238

228000239

228000240

228000241

228000242

228000243

228000244

228000245

228000246

228000247

228000248

228000249

228000250

228000251

228000252

228000253

228000254

228000255

238000230

238000231

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

news-1701