“Layanan yang diberikan tidak hanya mencakup pelatihan keterampilan teknis produksi, tetapi juga berbagai layanan sertifikasi,” kata Emmy.
Baca Juga: Menperin Agus Gumiwang: IKM Perkakas Tangan Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Pertanian dan Ekspor
Jangkau Pelosok Hingga Papua
Kepala BBSPJIKB, Zya Labiba, mengungkapkan bahwa dalam satu dekade terakhir, pihaknya telah menempa sebanyak 11.939 SDM industri dari berbagai penjuru tanah air.
Subsektor yang disasar pun sangat beragam, mulai dari batik, anyaman serat alam, logam, hingga produk wastra seperti tenun dan ecoprint.
Khusus pada April 2026, BBSPJIKB kembali tancap gas dengan menjalankan lima program pendampingan. Jangkauannya meluas mulai dari DIY, Kendal, Ponorogo, Kutai Timur, hingga Kabupaten Manokwari di Papua Barat.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” tutur Zya.
Baca Juga: Prabowo Ekspor 250 Ribu Ton Urea ke Australia, PM Albanese Sampaikan Apresiasi
Sinergi ini diharapkan mampu memastikan industri kreatif di daerah tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.
Dengan penguatan SDM dan standardisasi yang ketat, pemerintah optimistis produk kerajinan Indonesia tidak hanya diminati karena keunikannya, tetapi juga karena kualitas yang diakui dunia. (*)






