Baca juga: Ekspansi ke Aljazair dan Thailand, Elnusa Raup Pendapatan Rp14,5 Triliun Selama 2025
Selain itu, turut berkontribusi dalam membuka peluang penemuan cadangan migas baru yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi Indonesia.
“Proyek Kandawulo menunjukkan bagaimana teknologi dan inovasi dapat menjadi enabler utama dalam mendukung target peningkatan produksi migas nasional,” ujar Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo.
Sinergi dan Komitmen Operasional Unggul
Elnusa berkolaborasi dengan PT COSL Indo untuk penyediaan kapal serta peralatan seismik mutakhir dalam proyek ini.
Peran Elnusa mencakup pengelolaan perizinan, pengkondisian wilayah, hingga dukungan operasional akuisisi data yang terintegrasi.
Perusahaan tetap menjaga standar operasional ketat dengan prinsip on quality, on time, on budget, serta menjunjung tinggi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Baca juga: Sokong Jasa Energi, Elnusa Raih Fasilitas Kredit Jangka Pendek USD 20 Juta dari BRI
Penyelesaian proyek ini membuktikan kesiapan Elnusa dalam menjalankan tugas negara di bidang jasa energi nasional.
Penguasaan teknologi seismik dan peningkatan kompetensi lokal menjadi kunci keberhasilan dalam menjawab tantangan eksplorasi migas di masa depan.
Elnusa optimistis proyek ini memberikan dampak jangka panjang bagi produksi migas nasional yang menjadi fondasi ketahanan energi Indonesia.
Mendukung Target Produksi Migas Nasional
Keberhasilan Proyek Kandawulo memperkuat eksistensi Elnusa sebagai mitra strategis industri energi dalam menghadirkan solusi eksplorasi berbasis teknologi.




