Pergerakan harga saham yang dinamis lebih disebabkan oleh faktor sovereign risk Indonesia daripada performa internal masing-masing emiten.
Baron menambahkan, Pertamina terus berupaya memperkuat komunikasi strategis dengan para investor guna memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di tengah volatilitas pasar.
“Kami terus memperkuat komunikasi strategis kepada investor, menegaskan value creation jangka panjang, serta memastikan bahwa pasar memahami kekuatan fundamental dan strategi pertumbuhan Pertamina Group di tengah volatilitas global,” jelas Baron.
Strategi Dual Growth dan Transisi Energi
Selain menjaga bisnis utama, Pertamina juga memanfaatkan momentum pasar untuk memperluas basis investor dan meningkatkan keterbukaan informasi.
Baca Juga: Bos Pertamina Cek Satgas RAFI 2026: Produksi Migas di Rokan dan Distribusi Gas Medan Dijamin Aman
Fokus perusahaan kini mencakup strategi dual growth, yakni menjaga stabilitas bisnis migas konvensional sembari mempercepat pengembangan energi rendah karbon.
“Sebagai pemimpin energi nasional, Pertamina tidak hanya fokus menjaga kinerja bisnis, tetapi juga memastikan kepercayaan investor tetap terjaga melalui narasi korporasi yang kuat, transparansi, dan strategi pertumbuhan berkelanjutan,” tambah Baron.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing emiten Pertamina Group dalam jangka panjang, sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan para pemegang saham di tengah pergeseran menuju transisi energi global. (*)




